my journey

my journey

Rabu, 20 Juli 2011

Hurt

Tentang sebuah kekecewaan

Kecewa, sakit hati, marah, dan bolo2 nya.....kroni-kroninya.....
Ketika semua itu datang, rasanya sungguh menyakitkan. Beberapa orang lari, mengamuk, menangis, teriak, ato melampiaskan ke hal2 tertentu. Hmm........ memang serba gak enak rasanya......

Fase pertama ketika kita mengalaminya, kita akan masuk dalam Denial

Pernah gak lihat orang saat dimarahin terlihat taft banget, gd nangis2nya?.....ato rasanya "gak menapak bumi", "blank", "gak sadar".....dll, dan kadang menolak kehilangan dengan tegas. Nggak percaya, tapi gbs nangis juga...... nah tuh dia. Responnya macam2, mulai diam, narik bafas, senyum, bengong, malah ada juga yang bisa menyelesaikan 3 laporan dalam semalam gara2 berada di fase ini.....(hahahaha.....wah pengalamannya siapa tuh....:))

Kadang terjadi represi (penekanan secara tidak sengaja pada masalah yang di alami ke dalam alam bawah sadar) ato supresi (penekanan dengan sengaja atas masalah yang dialami ke dalam alam bawah sadar)......bentuknya merasa tidak ada masalah, sedangkan bentuk kalimat "nggak mungkin, dia gak sakit, dia sehat, kami baik2 saja....." itu menunjukkan penyangkalan yang jelas.
Meski begitu kadang muncul dalam bentuk mimpi buruk, gbs tidur, dll....ya namanya juga supresi ato represi, karena di alam bawah sadar ya tetap akan muncul.....

Setelah puas ber denial ria...kita bakal ANGRY

Pada fase ini kesadaran akan masalah yang sebenarnya mulai muncul, makanya wajar klo kita jadi angry......anger.....
Apapun bentuknya, fase yang satu ini luar biasa gak enaknya. Mau memakan orang, mau memaki, marah, dan sebagainya.... dan sebagainya. Gak bisa enggak. Sekalipun orang yang cool abis, lempeng abis, semua bakal angry.

Dan kita akan bilang alangkah gampangnya orang bilang..."sabaar", "kamu pasti bisa", sing ngalami iki lho....bunyek.....benjut....remek....

Di fase ini sebagian besar orang maunya cm didengerin, ato didiamin dl karena kita perlu waktu untuk menginternalisasi tapi belum sanggup untuk melakukannya, tapi tetap harus diberi dukungan, apapun bentuknya. Ada juga yang pengen dipeluk, ato menangis sekenceng-kencengnya, sepuas-puasnya. Sayangnya sebagai teman, kadang kita kurang kontrol, malah menasehati......nah tuh dia (si "otak nyicil" pun mengalami.....hehehe) padahal di fase ini, sangat susah seseorang menerima nasehat. Hanya ingin dimengerti. Thok.

Jadi, klo di fase ini ada yang ngasi nasehat, rasanya mau melempar sandal aja....klo ada ulekan rasanya mau melempar sama ulekannya...klo ada bogem, mau melemparnya juga, cm klo yang ada duit, kali gak akan dilempar.......hehehe. Begitulah.....namun inilah fase tersulit, jika kita bisa menerima nasehat di fase ini.....wowww.....Hebat

Selanjutnya kita akan dibawa ke dalam kondisi "Bargaining"

Bargaining untuk apapun. Menerima beberapa nasehat yang datang, tetap memilih bersedih, bangkit, tetap menangis, semuanya......campur aduk. Internalisasi dan internalisasi. Hanya itu yang kita lakukan. Sampai kita menghasilkan satu keputusan. Gak perlu diomongkan kadang. Tapi akan terlihat, mau bangkit ato masih mau bersedih.

Kadang kita bisa bangkit sesaat, lalu bersedih lagi. Its ok. Try n try. or Try-fall-try-fall-try....dst. Its ok. itu pun udah progres. Karena besarnya masalah kadang kita tidak bisa langsung bangkit tanpa jatuh lagi. U can stop, but dont quit. U can crying, men or women, but u must try again, just try to stand up if u cant step....berhenti, tapi jangan seterusnya, berhentilah sejenak. Bukan untuk kalah, tapi untuk menyusun strategi baru untuk melangkah.

Fase terakhir sebenarnya adalah bentuk nyata dari pilihan kita. Acceptance ato Depression

Kesedihan kita yang mendalam, yang berlarut-larut, hanya akan membawa kita ke dalam kondisi depresi. Sakit dan derita tiada akhir. Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang depresi, karena saya tidak ingin membawa anda ke dalam kondisi ini, karena membaca tulisan akan membawa emosi dan jiwa.

Singkatnya, Mungkin memang benar kata Patkay dalam serial Kera sakti, "Begitulah cinta, deritanya tiada akhir". Namun pada endingnya ketika Patkay menjadi panglima, mungkin kata-katanya akan berubah, sama seperti kata saya pada adik saya "Begitulah cinta, klo deritanya tiada berakhir, pintar-pintarlah untuk merubah deritanya...jangan mau kalah....", perjuangkan cintamu sekuatmu, namun jika memang dia tidak dapat kau perjuangkan, lepaskanlah. Artinya kau berhak mendapat yang lebih baik dari dia.

Perjuangkan apa yang kamu inginkan, jika pada akhirnya tidak berhasil ato di tolak juga, yg penting kamu sudah berjuang....tapi jangan pernah menyerah dan jangan menyerah sebelum kau berjuang.......mati satu tumbuh seribu, meski yang seribu itu munculnya satu-satu....hehehe.

Apapun lah, berjuanglah untuk tetap fight.
Meski yang terjadi bukan lagi cinta ditolak dukun bertindak tetapi telah berganti cinta ditolah Remove bertindak, gpp....its fine......tar jika hatimu menjadi sangat lapang dan dipenuhi dengan kebijakan dan kematangan kepribadian, kan bisa di add friend lagi....hehehe

Jika kita memutuskan untuk bangkit, meski berjuang dari awal lagi (meski sebenarnya bukan awal lagi, karena saat kita melangkah, jelas kita akan lebih kuat, dan bukan pribadi yang sama dengan saat pertama kita jatuh), meski sangat sulit.....saat kita berdiri kembali dan siap untuk melangkah maju ke scene kehidupan baru, kita akan menapaki jalan Acceptance, menerima masalah dengan lapang dada. Masih menangis? its Ok. tapi keputusan yang kita buat jelas. Menerima masalah, menghadapinya, menyelesaikan dan melangkah maju.

Tangis dan tawa itu adalah bagian dari sisi kehidupan, akan selalu ada dan mengiringi langkah kita. Sakit, pahit, getir, marah, itu wajar. Itulah hidup. Mari menangis bersama dan mari tertawa bersama. Kita jalani semua dengan dengan tegar, mantab, dan tegak. Mari kita rasakan dinamika kehidupan yang akan mendewasakan kita.

Just Hold My Hand, there are many ways to do it right
Hold my hand, turn around and see what we have left behind
Hold my hand my friend....we can share the good spirit of me and u
For another chance and lets pray for beautifull world,
Beautiful worl i share with u......


Senin, 18 Juli 2011

ku muarakan cintaku hanya untukMU

ku muarakan cintaku hanya untukMu

aku mendatangiMu bukan karena kecewa pada dunia
aku mendatangiMu bukan karena sakit karena cinta yang fana
aku mendatangiMu karena kesadaranku akan cintaMu
dan kesadaranku untuk mencintaiMu

karena segala yang datang padaku bukanlah sia-sia
karena segala yang datang padaku adalah untuk mengujiku
karena yang Kau datangkan adalah untuk mengujiku
karena yang Kau datangkan adalah karena Kau mencintaiku,
dan kau ingin membuatku kuat
sekalipun aku menangis,
sekalipun aku berdarah

karena Kau mencintaiku
adakah hal yang lebih indah dari itu duhai Kekasihku.....
tak harus selalu membuatku tersenyum
tapi Kau tahu pasti caranya mencintaiku
meski kadang sulit kupahami

Kau cukup merengkuh hatiku, dan Kau selalu melaukannya.....

cinta yang Kau hadirkan dalam hidupku adalah bentuk tajaliatMu
adalah bentuk kasih sayang yang ingin kau hadirkan agar aku merasakan cintaMu
melalui manusia yang Kau pilih

segala marah, kecewa, benci, bahkan amukanku....
hmmm.....Kau tau semuanya.....:D
Kau memberiku waktu
tapi Kau selalu tau kapan menyadarkanku
dan bagaimana melakukannya

akankah aku berkata "tidak" untuk cinta se Agung itu
Duhai Kekasihku......
aku tak ingin merayu, karena Kau tau bagaimana aku merayuMu
hehehehe.....thank U Tuhan.....
Kekasih abadiku, ku muarakan cintaku untukMu

Sabtu, 09 Juli 2011

understanding

untuk kesekian kalinya masalah itu berulang.....hfffff
selalu berkata...positif thinking qori, satu jika diperhatikan bener2 juga bakal bisa.....

entahlah...kenapa otakku selalu dodol klo menyangkut menghadapi dan memahami orang....
aku hanya bisa BELAJAR g ngeyel, belajar care, tidak selfis dan tidak egois....semaksimal yang aku bisa......yeah...i know....belum berhasil, meski mulai ada perubahan.....(mgkn dikit).....
jadinya yang ada sekarang cm pengen melayani dan membantu orang-orang disekitarku. tapi masalahnya selalu hal yang sama, kurang sensitif dengan maunya orang....

bukan karena aku tidak ingin mengerti, bukan pula karena aku tidak ingin memahami, ato gak ingin belajar, cm kadang hal-hal tertentu tidak bisa kudeteksi. klo gak dibicarakan ya aku gak ngerti.....
masalahnya, tidak semua hal perlu dibicarakan, tapi menuntut sensitifitasku. dan hal itu yang aku kurang bisa.....

Mengingat kembali kisahku selama di kantor....hmmm....berapa banyak kesalahan yang kulakukan dengan hal itu. Sang "second older" sampai gemar memanggilku...setor gulu lagi....setiap telp yang berbunyi membuatku berdebar2 dari siapa, apalagi klo pesannya dr mas-mas seniorku "ri, telp dr b***a......" wah...alamat tiket basah, alias semprot.....aku tau, itu karena aku belum bisa memahami b***a, tp aku akan berusaha.

belajar dan belajar. bukannya hal itu terhenti, namun dengan banyaknya kemarahan dan "setor gulu" yang terjadi, akhirnya membuatku menjadi pesimis..."paling aku lagi yang salah..." begitu dan begitu terus.....lama2 aku menjadi orang yg g punya mimpi, g punya harapan, cm menjalani kewajiban.....aku takut, tapi tetap berjalan.......hanya berusaha menebalkan telinga dan leher, kali aja setor gulu lagi hehehe.....ndablek.....tapi tetap belajar mikir, semampuku, karena udah tau aku exhausted banget.....aku tau ada yang salah denganku, namun aku bener2 g tau apa yg harus kulakukan untuk merubahnya. g tau cara memahami orang lain.....apalagi orang tipe seperti b***a atau yang perfecsionis......bener2 susah. banyak hal yang berada diluar kontrolku....hmm...tp aku g mau kalah, aku mau belajar, ......understanding.....

waktu berlalu sampai akhirnya Tuhan membawaku ke jakarta. untuk belajar pastinya dan memperbaiki diri ..... hmm...intermezo dikit deh....aku masih ingat kata-kataku saat ditemani mbak di, si "the day", mas As dan si Gus di teras aspi depan kamar mas Cal n mas As,waktu itu....aku bilang "aku bosan. aku pengen dunia yang lain, yang diluar kesehatan, yang terus berubah dengan situasi baru, kerja yang aku tidak hanya mendapatkan uangnya, tapi lebih untuk refresh diriku.....dan belajar hal baru.", dan dengan entengnya si Mis Di menjawab "wah jadi pasukan kuning aja mbak...pagi nyapu di RT sini, sore RT sebelahnya, besoknya lain lagi....nah pasti beda-beda......", hehehehe....si mis yang satu ini emang selalu oke. wajarlah si mas cal selalu bilang "kalian itu emang susah dimengerti....", nah loh.....mengerti aku dan warga aspi aja ternyata susah juga (bagi mas cal kaleee....).....wkwkwkwkw....selalu menyenangkan mengingatnya.......

Memang tak mudah, mungkin karena aku dan mis D sering curhat, lama2 tau pemikirannya. gt kali ya cara memahami orang? Pahami dl pemikirannya. Ato mungkin karena aku dan mis D sering sharing apa yang ada di pikiran masing2.....lama2 tau cara berpikirnya...tapi emang lugas....hampir semua2 yang terpikirkan sama2 kami ungkapkan.....mana yang kusuka dan tidak kusuka dari Mis Di ato sebaliknya, tidak ada yang dipendam tentang pendapat satu dengan yang lain....klo yang satu lg setor gulu, habis itu mesti dibahas bareng masalahnya....selalu dikatakan yang mengganjal.......

Berangkat ke Jakarta cm bertekat, aku harus belajar. Karena aku parah dalam hal komunikasi dan memahami orang, akhirnya aku masuk marketing. Bulan bulan pertama di depok dan jakarta, semua tiba-tiba terplaning, aku seperti mendapatkan pelajaran demi pelajaran. masuk di marketing membuatku semakin terbuka. "oh....Tuhan, ternyata ada yang menghargaiku...", itu adalah titik balik optimis yang mulai muncul. bulan demi bulan yang kulalui, training demi training yang kujalani, seperti merehabilitasi segala sesuatu dalam diriku dan mengajarkan cara peduli pada orang lain, listening dan understanding. Aku mau belajar, untuk tau dan paham, dan aku peduli.

Bukan hal yang mudah untuk memahami orang lain. Sejauh ini, itu kesimpulan menurutku. Bagi beberapa orang memang lebih mudah. Namun, jika hal itu masih susah bagiku, berarti memang aku harus lebih banyak belajar daripada orang lain. Try n Try......tidak ada yang sia-sia. aku yakin itu.

Sejauh ini aku hanya bisa sedikit blak-blakan, masih belajar care dan masih juga belajar peduli. karena apapun dan siapapun yang lewat dalam hidupku tidak ada yang sia-sia. Meski belum sepenuhnya berhasil memahami, namun jika dikatakan apa yang membuat orang lain tidak nyaman, apa yang dimaui orang lain, aku akan belajar cara memahaminya.....