my journey

my journey

Senin, 03 Agustus 2009

GROW

suatu hari aq mengikuti satu training motivasi
pembicara yang luar biasa itu mengatakan bahwa jika kita ingin sukses, kita harus hidup sesuai dengan hukum alam. Dan hukum alam mengatakan bahwa kita harus tumbuh, jka kita tidak tumbuh berarti kita mati, dan kekayaan kita hanya akan tumbuh sebesar kita tumbuh.....
itulah yang sering terjadi dan menjadi jawaban dari pertanyaan mengapa masih banyak orang tidak sukses dala hidupnya, yaitu karena dia tumbuh jauh di bawah pertunmbuhan alam.....

Hmm....merenungi kembali kata tumbuh, grow......
setiap kita ssebenarnya tumbuh, tidak hanya anak-anak......
kalau kita lihat, sering kali orang tua mendoakan anaknya cepat besar saat menimang anaknya, bahkan orang tua merelakan menyisihkan sejumlah besar uang untuk membelikan susu terbaik buat anaknya, untuk apa? untuk menunjang pertumbuhan anaknya, dan ketika anaknya telah tumbuh mulai besar dan di lihat pertumbuhannya masih lebih lambat dari teman-temannya, para orang tua akan kebingungan untuk memilih suplemen apa yang harus diberikan agar anaknya tumbuh lebih cepat, tidak kalah dengan teman-temannya, dan orang tua akan sangat bangga jika anaknya memiliki pertumbuhan yang paling bagus di antara teman-temannya....... begitulah, betapa pentingnya sebuah pertumbuhan......

namun,ironisnya hampir semua orang tua melupakan pertumbuhannya sendiri.....
tentu saja pertumbuhan disini berbeda dengan anak-anak, pertumbuhan kita, pertumbuhan orang dewasa, lebih ke arah kematangan mental, kepribadian....lebih jauh lagi adalah kematangan spiritual.........

kematangan mental dan kepribadian akan sangat luar biasa jika di dasari oleh kematangan spiritual, jadi landasan inilah yang sebenarnya harus sangat kita perhatikan......
itupun jika kita ingin melangkah dan menjalani kehidupan dengan memperhatikan makna mendasarnya, coz.....dalam eksistensinya ketuhanan akan membawa kita pada makna hidup yang sebenarnya.......dan goal kesuksesan tertinggi kita adalah kesuksesan di hadapan Tuhan....

cobalah kita bertanya, apakah ada perubahan dalam kualitas penyembahan dan pengabdian kita pada Tuhan......
dengan kejujuran hati, kita akan tau dengan pasti jawabannya.....

ibarat nikmat Tuhan yang tiada pernah mampu kita hitung banyaknya, dosa kita pun juga tidak terhitung jumlahnya.......
Namun Tuhan yang Maha Pengampun senantiasa akan membantu kita untuk membersihkan diri, dari berbagai penyakit hati bagi siapa saja yang ingin dengan sungguh-sungguh memperbaiki dirinya di hadapan Tuhan, Tuhan akan membimbingnya menjadi hamba yang berkualitas bagi orang-orang yang selalu belajar dan berusaha membersihkan hatinya.
proses pembersihan ini tentu saja tidak bisa instan, perlu proses dan secara bertahap menjalani penyucian diri.......

Inilah "Grow" yang sebenarnya, bertumbuh, belajar terus untuk membersihkan diri, tumbuh....menjadi manusia yang semakin baik.......menjadi manusia yang berkualitas dan yakin suatu sat akan mendapatkan Cinta yang Berkualitas juga dari Tuhan , bukan cinta biasa......

sayang, pertumbuhan ini kadang tidak di anggap penting. karena sebagian dari kita masih menganggap pertumbuhan, kualitas iman, cinta Tuhan sebagai hal yang biasa-biasa saja......

jika dengan anak, kita mengusahakan apapun untuk pertumbuhannya, maka sudah selayaknya kita mengusahakan hal yang sama untuk pertumbuhan kita.........

succes

from my blog in friendster

succes…hm….

sedikit berfikir tentang kesuksesan, hampir semua orang langsung terlintas tentang karir n uang

benarkah itu yang disebut sukses?tidak selalu…let we see

sebenarnya untuk menjadi sukses, seseorang harus punya goal, jika goal itu telah tercapai, maka itulah sukses, apapun bentuk goal itu…

sempat ingat, ketika seorang pasien menangis lantas memelukku, cie….cewek lho…jangan salah. heran, kaget, bingung. itu reaksi pertama. dia bilang “kok mau sih mbak bantuin saya segitunya”, itu ketika dia dah hari terakhir perawatan…simple, itupun bisa disebut sukses, JIKA goal pada saat itu adalah kesembuhan pasien…

so let think more….

jika goal qt adalah kesuksesan dihadapan Tuhan, maka ketika kita benar2 telah liqo’a Robbihi itulah kesuksesan terbesar, tentu saja setelah sekian lama menempuh perjalanan spiritual dalam hidup qt…is it right… :-)
sayangnya banyak orang yang lebih bersifat mediocre (apaan tuh? mm…semacam pemikiran yang hanya tengah2 saja, biasa2 aja, seperti orang pada umumnya) maka goalnya pun biasanya jadi mediocre jg, usahanya pun sebagai mediocre, hasilnya poor…..

lantas gimana dong? ada lagi istilah outstanding , yaitu orang2 yang menonjol, berani melakukan terobosan, tidak takut dengan kegagalan, usahanya pun jadi keras, berani melakukan perubahan yang berbeda dengan yang lain, hasilnya…hmm…EXCELLEN….

dan pembunuh utama orang berprestasi adalan COMFORT ZONE, enak-enakan, nyante-nyante,terlena, dll…masih ingat ajang AFI? sering tuh mbak iik bilang, “klo menyanyi, jangan takut keluar dari jalur aman”, klo itu berhasil dilakukan pasti talenta akan keluar…cie…..

sayangnya banyak dari qt masih dalam jalur aman, kurang berani membuat terobosan. cb deh qt berpikir, kira2 10 tahun lagi keadaan qt bagaimana ya?klo cm sekedar bisa “hidup”, dan “keadaan seperti ini cukup”, maka tidak akan banyak perubahan yang akan qt raih. itulah the mediocre….kesuksesan? tentu kesuksesan pada tingkat mediocre…

so tentukan mau jadi apa qt, buat goal yang jelas untuk melakukan perubahan, dan pastinya kesuksesan itu tidak harus uang, tergantung goal qt….

Senin, 27 Juli 2009

HERO

mariah carey

there's a hero...
when you look inside your heart
you dont have to be afraid of what you are,

there's an answer if you reach into your soul
and the sorrow that you know will melt away....
and than a hero comes along,
with the strength to carry on
and you cast you fears aside
and you know you can survive
so whn you feel like hope is gone
look inside you and be strong
and you'll finally see the truth that a hero lies on you....

it's a long road
when you face the world alone
no one reaches out a hand for you to hold
you can find love
if you search within yourself
and emptiness you felt wil disappear

and than a hero comes a along
with the strength to carry on
and you cast your fears aside
and you know you can survive
so when you feel like hope is gone
look inside you and be strong
and you'll finally see the truth that a hero lies on you

lord knows,
dreams are hard to follow
but dont let anyone tears them away
hold on, there will be tomorrow
in time you'll find the way....
and than a hero comes along
with the strength to carry on
and you cast your feel aside
and you know you can survive
so when you feel like hope is gone
look inside you and be strong
and you'll finally the truth
that a hero lies on you

Rabu, 22 Juli 2009

Together We Are One

by: Delta Goodrem

Here we are.....
Sharing our lives..
We made it through the good and bad time
And still we stand with hope in our hearts
No matter what we will play our part
And now we've come so far
One chance to touch the star
Go higher and higher........
Find your guiding inspiration
In a place where dreams are made
With a lifetime praparation
It's no time to be afraid
Put our differences behind us
While we shine like the sun
See what we've all became
Together we are one.......

Deep inside your heart and soul
You work so hard to reach your goal
With every step
Without regret
You gave it all till was nothing left
Seek out the strength to win
No Thoughts of giving in
Go Higher and higher
Find your guiding inspiration
In a Place where dreams are made
With a lifetime preparation
It's no time to be afraid
Put our diffarences behind us
While we shine like the sun
See what we've all became
Together we are one........
Together we are one........

Selasa, 07 Juli 2009

Jangan ngambek berkepanjangan pada orang yang kamu kasihi

Jangan "ngambek" berkepanjangan sama orang yang kamu kasihi
Bagi yg sudah pernah baca,luangkan waktu untuk baca sekali lagi
Ini adalah cerita sebenarnya
(diceritakan oleh Lu Di dan di edit oleh Lian Shu Xiang )

Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga.Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka,tetapi segalanya sudah terlambat. Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami,malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini,setelah 2 tahun menikah,saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama .

Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya,dia adalah satu-satunya harapan nenek,nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah.

Saya terus mengangguk tanda setuju,kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek,agar dia dapat berjemur,menanam bunga dan sebagainya.Suami berdiri didepan kamar yg sangat kaya dgn sinar matahari,tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata :"Mari,kita jemput nenek di kampung".

Suami berbadan tinggi besar,aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yg bidang,ada suatu perasaan nyaman dan aman disana.Aku seperti sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya.Kalau terjadi selisih paham diantara kami,dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan.Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu.

Kebiasaan nenek di kampung tidak berubah.Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar,sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami:"Istri kamu hidup foya-foya ,buat apa beli bunga?Kan bunga tidak bisa dimakan?" Aku menjelaskannya kepada nenek:", rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira."Nenek berlalu sambil mendumel,suamiku berkata sambil tertawa:"Nenek, ini kebiasaan orang kota,lambat laun Nenek akan terbiasa juga."

Nenek tidak protes lagi,tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga,dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu,setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengka n kepala.Setiap membawa pulang barang belanjaan,dia selalu tanya itu berapa harganya ,ini berapa.Setiap aku jawab,dia selalu berdecak dengan suara keras.Suamiku memencet hidungku sambil berkata:"Putriku, kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga yang sebenarnya." Lambat laun,keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.

Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri,di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan.Di meja makan,wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya. Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok,itulah cara dia protes.

Aku adalah instrukstur tari,seharian terus menari membuat badanku sangat letih,aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin.Nenek kadang juga suka membantuku di dapur,tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot,misalnya; dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan,dikumpulk an bisa untuk dijual katanya.Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik,dimana- mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik.

Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan pencuci,agar supaya dia tidak tersinggung, aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur.Suatu hari,nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya,dia segera masukke kamar sambil membanting pintu dan menangis.Suamiku jadi serba salah,malam itu kami tidur seperti orang bisu,aku coba bermanja-manja dengan dia,tetapi dia tidak perduli.Aku menjadi kecewa dan marah."Apa salahku?" Dia melotot sambil berkata:"Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu bisa membuatmu mati?"

Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg cukup lama,suasana mejadi kaku.Suamiku menjadi sangat kikuk,tidak tahu harus berpihak pada siapa?Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur,setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya,suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap,dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku,seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri?

Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu,aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja.Saat tidur,suami berkata:"Lu di,apakah kamu merasa masakan Nenek tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?" sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.Dan dia akhirnya berkata:"Anggaplah ini sebuah permintaanku, makanlah bersama kami setiap pagi."Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu.

Pagi itu nenek memasak bubur,kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku,seakan- akan isi perut mau keluar semua.Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi,sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut.Setelah agak reda,aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam,diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya.Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata. Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!.

Pertama kali dalam perkawinanku, aku bertengkar hebat dengan suamiku,nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh……suamiku segera mengejarnya keluar rumah.

Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek.

Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga meneleponku. Aku sangat kecewa,semenjak kedatangan nenek di rumah ini,aku sudah banyak mengalah,mau bagaimana lagi?Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau,sungguh sangat menyebalkan. Akhirnya teman sekerjaku berkata:"Lu Di,sebaiknya kamu periksa ke dokter."Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil.Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu.Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan.Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu?

Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku,3 hari tidak bertemu dia berubah drastis,muka kusut kurang tidur,aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya. Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi,pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku.Aku berkata pada diriku sendiri,jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi.Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak.Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi..... mimpiku tidak menjadi kenyataan.Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras.Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk?

Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi,memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian,aku menangis dengan sedihnya.Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci,aku menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya. Aku nenatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata. Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu.Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku.Sungguh lelaki yg sangat picik,dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang.Aku tersenyum sambil menitikan air mata.

Aku tidak masuk kerja keesokan harinya,aku ingin secepatnya membereskan masalah ini,aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung."Neneknya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit.Mulutku terbuka lebar.Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya, nenek sudah meninggal.Suamiku tidak pernah menatapku,wajahnya kaku.Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku.Sambil menangis aku menjerit dalam hati:"Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?"

Sampai selesai upacara pemakaman,suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku,jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian.Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain,pagi itu nenek berjalan ke arah terminal,rupanya dia mau kembali ke kampung.Suamiku mengejar sambil berlari,nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang.Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian.Jika aku tidak muntah pagi itu,jika kami tidak bertengkar, jika........ ....dimatanya, akulah penyebab kematian nenek.

Suamiku pindah ke kamar nenek,setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol.Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak. Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak.Tetapi melihat sinar matanya,aku tidak pernah menjelaskan masalah ini.Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan salahku.Waktu berlalu dengan sangat lambat.Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain.Dia pulang makin larut malam.Suasana tegang didalam rumah.

Suatu hari,aku berjalan melewati sebuah cafe, melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam.Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra.Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi.Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya.Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa.Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu.Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku.Suara detak jantungku terasa sangat keras,setiap detak suara seperti suara menuju kematian.Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka,jika tidak.. mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka.

Malam itu dia tidak pulang ke rumah.Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi.Sepeninggal nenek,rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir.Dia tidak kembali lagi ke rumah,kadang sewaktu pulang ke rumah,aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar.Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya. Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini.Tetapi itu tidak terjadi..... ....,semua berlalu begitu saja.

Aku mulai hidup seorang diri,pergi check kandungan seorang diri.Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama,hati ini serasa hancur.Teman- teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini,tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya.Hitung- hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah.

"Suatu hari pulang kerja,aku melihat dia duduk didepan ruang tamu..Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja,tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu.2 bulan hidup sendiri,aku sudah bisa mengontrol emosi.Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya:"" Tunggu sebentar,aku akan segera menanda tanganinya"" .Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku.Aku berkata pada diri sendiri,jangan menangis,jangan menangis.Mata ini terasa sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar.Selesai membuka mantel,aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit.Sambil duduk di kursi,aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya."" Lu di,kamu hamil?"" Semenjak nenek meninggal,itulah pertama kali dia berbicara kepadaku.Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg mengalir keluar dengan derasnya.Aku menjawab:""Iya, tetapi tidak apa-apa.Kamu sudah boleh pergi"".Dia
tidak pergi,dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan. Perlahan- lahan dia membungkukan badanya ke tanganku,air matanya terasa menembus lengan bajuku.Tetapi di lubuk hatiku,semua sudah berlalu,banyak hal yg sudah  pergi dan tidak bisa diambil kembali."

Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata:"Maafkan aku,maafkan aku".Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa.Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan.Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga.Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya.

Berharap dinding es itu akan mencair,tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.Hanya sewaktu memikirkan bayiku,aku bisa bertahan untuk terus hidup.Terhadapnya, hatiku dingin bagaikan es,tidak pernah menyentuh semua makanan pembelian dia,tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya.Sejak menanda tangani surat itu,semua cintaku padanya sudah berlalu,harapanku telah lenyap tidak berbekas.

Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku,aku segera berlalu ke ruang tamu,dia terpaksa kembali ke kamar nenek.Malam hari,terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli.Itu adalah permainan dia dari dulu.Jika aku tidak perduli padanya,dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit.Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak. Dia lupa........ ,itu adalah dulu,saat cintaku masih membara,sekarang apa lagi yg aku miliki?Â

Begitu seterusnya,setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir.Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi,perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak.Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang. Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming.Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar,malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer.Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku.Bagiku itu bukan lagi suatu masalah.

Suatu malam di musim semi,perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras.Dia segera berlari masuk ke kamar,sepertinya dia tidak pernah tidur.Saat inilah yg ditunggu-tunggu olehnya.Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit.Sepanjang jalan,dia mengenggam dengan erat tanganku,menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku.Sampai di rumah sakit,aku segera digendongnya menuju ruang bersalin.Di punggungnya yg kurus kering,aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya.Sepanjan g hidupku,siapa lagi yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia?

Sampai dipintu ruang bersalin,dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan,sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya.Keluar dari ruang bersalin,dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia.Aku memegang tanganya,dia membalas memandangku dengan bahagia,tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai.Aku berteriak histeris memanggil namanya.

Setelah sadar,dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya………aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya,tetapi kenyataannya tidak demikian,aku tidak pernah merasakan sesakit saat ini.Kata dokter,kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan,bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjijat.Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter,bersiap- siaplah menghadapi kemungkinan terburuk.Aku tidak lagi perduli dengan nasehat perawat,aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer.

Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya,aku masih berpikir dia sedang bersandiwara. Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami."Anakku, demi dirimu aku terus bertahan,sampai aku bisa melihatmu.Itu adalah harapanku.Aku tahu dalam hidup ini,kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan,sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu.Didalam komputer ini,ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi.Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah.

"""Anakku,selesai menulis surat ini,ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun -tahun.Ayah sungguh bahagia.Cintailah ibumu,dia sungguh menderita,dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang yg paling ayah cintai"".
Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK,SD,SMP,SMA sampai kuliah,semua tertulis dengan lengkap didalamnya.Dia juga menulis sebuah surat untukku.""Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini.Maafkan salahku,maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku.Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya.Kasihku, jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini,berarti kau telah memaafkan aku.Terima kasih atas cintamu padaku selama ini.Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannyapada anak kita.Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya"".

Kembali ke rumah sakit,suamiku masih terbaring lemah..Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata:"Sayang, bukalah matamu sebentar saja,lihatlah anak kita.Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya".Dengan susah payah dia membuka matanya,tersenyum. ......... ....anak itu tetap dalam dekapannya,dengan tanganya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah.Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata........ ......... ..

Teman2 terkasih,aku sharing cerita ini kepada kalian,agar kita semua bisa menyimak pesan dari cerita ini.Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis,ingatlah pesan dari cerita ini :"Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara kalian yg saling mengasihi,sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati.Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan:Jika kita tahu besok adalah hari kiamat,apakah kita akan menyesali semua hal yg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi terlambat,pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur hidup.

Diterjemahkan secara bebas oleh unknown

di ambil dari mailing list FIK UI

Arsenic Trioxide (As2O3)

Arsenic Trioxide (As2O3)

Dear All,

Cerita di bawah ini mohon kasih tahu kepada semua teman/orang yang anda sayangi,


Peristiwa ini terjadi di Menado, ada seorang wanita meninggal mendadak dengan lima panca indera keluar darah, setelah diselidiki ternyata wanita ini meninggal bukan karena bunuh diri atau dibunuh, melainkan karena ketidaktahuan tentang racun akibat makanan.

Wanita ini ada kebiasaan minum Vit C tiap hari. Ini tidak masalah. Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan udang.

Sebenarnya cuma makan udang saja juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan udang malam itu dan tak ada yang meninggal..

Tetapi, karena udang mengandung Arsenic Pentoxide (As2O5), dan berhubung habis makan udang wanita itu minum Vit C, terjadilah reaksi kimia di dalam perut yang membuat As2O5 berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun.


Ini mengakibatkan hati, jantung, ginjal, pembuluh darah rusak, usus keluar darah, pembuluh darah melebar hingga wanita itu meninggal mengenaskan dengan kelima panca indera keluar darah.


Jadi hati-hati, habis banyak makan udang jangan minum Vit C pada saat yang bersamaan.

Forwardlah email ini kepada teman2 yang anda sayangi.



Ari Y Tr

dari miling list fik ui

CARA OTAK BEKERJA...



image002.gif

Petunjuk "melihat" gambar :

- Kalau pandangan mata Anda mengikuti gerakan putaran bulatan warna PINK, maka hanya akan terlihat bulatan satu warna yaitu PINK.
- Tapi kalau pandangan mata Anda terpusat ke tanda "+" hitam di tengah, maka bulatan yang berputar akan berubah warnanya menjadi HIJAU.
-
Kemudian jika pandangan mata Anda konsentrasi penuh ke tanda "+ " hitam di tengah-tengah gambar, maka perlahan-lahan bulatan warna PINK akan menghilang, dan hanya akan terlihat satu saja bulatan yang berputar yaitu warna HIJAU.

Sangat mengagumkan cara otak kita bekerja. Sebenarnya tidak ada bulatan warna hijau, dan bulatan warna pink juga tidak menghilang.
Rasanya cukup membuktikan bahwa kita tidak selalu melihat apa yang kita pikir, dengan kata lain kita melihat sesuatu "bukan apa adanya" tapi "sebagaimana kita melihatnya" .

Kadang kita menghadapi suatu masalah merasa "sangat sulit" atau "sangat berat" (baik di tempat kerja, di keluarga, di lingkungan masyarakat maupun masalah pribadi diri sendiri), bahkan kadang terlintas pertanyaan di benak kita, kenapa demikian berat beban masalah/cobaan yang kita terima ? (padahal kalau kita menerima anugrah/hadiah/ kenikmatan yang demikian besar, kita tidak pernah mempertanyakan nya, kenapa kok saya yang menerima). Dan kadang kita lupa dengan doa : berilah beban yang aku sanggup memikul nya....

Berat/ringan, kecil/besar, masalah/bukan masalah, sedih/gembira, hukuman/pahala, derita/bahagia. ..dst.....hanyalah "cara pandang" kita terhadap sesuatu ?
Suatu peristiwa/kejadian yang sama, namun jika melihatnya dengan sudut pandang yang berbeda serta me-makna-inya dengan berbeda kemudian menyikapinya dengan cara yang berbeda pula, maka hasil-nya juga akan berbeda. Semua hanya ada di benak kita sendiri ! Karena otak kita lah yang membuatnya berbeda ! Jika suatu peristiwa yang negatif namun kalau kita memandang/memaknai nya sebagai hal yang positif dan kita menyikapi dengan cara yang positif maka hasilnya pun akan positif pula.
Dan begitu sebaliknya .....

~Have a wonderfull life~


Permennya Lupa di Makan

Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati
lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang
beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama.

Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang
berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti
berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil
dan menikmati kelezatan mereka.

Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil.
Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat
jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat
banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia
simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut
tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu
langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya.

Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat
gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permen
lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki
itu bertanya kepada Bob, "Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen
lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk?
Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu
juga sangat lezat."

Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan
kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak
permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal
yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu,
"Permennya saya lupa makan!"

Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop.
"Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu
sudah sangat jauh di depan saya."

"Kenapa kamu memanggil saya?" tanya Bob.

"Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya
lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!" Bib
bercerita panjang lebar kepada Bob. "Lalu tadi ada seorang kakek tua yang
sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen
yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal
yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan.

Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia
lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk
mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak
punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan
semua permen itu ke dalam tas karungnya.

Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal
dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentang berapa
banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya
menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia." Ia pun berkata dalam hati,
"Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipop sudah
berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.

Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja.
Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita
menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi
lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.

Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya
tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka
menjawab, "Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudah menikah...
nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saat suami saya
lebih mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semua impian
saya... nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... "

Pemikiran 'nanti' itu membuat kita bekerja sangat keras di saat 'sekarang'.
Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa
'nanti' bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita
telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa 'nanti'
bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah
sampai di masa 'nanti' bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat...
target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah
yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasa
memuaskan dan membahagiakan.

Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita
duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita
mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama
keluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan beras
dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.

Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran;
memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari
setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah
anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari
begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kita
akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih
damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia
dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen
lolipop.


author : unknown

wanita dan pria

WANITA MEMANG SUSAH DIBUAT "BAHAGIA"
Jika dikatakan cantik dikira menggoda ,
jika dibilang jelek di sangka menghina..
Bila dibilang lemah dia protes,
bila dibilang perkasa dia nangis .


Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak

(sambil ngomel masa disamakan dengan cowok)

Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut

(sambil ngomel,Egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)

Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya ,
tapi kenapa ya ..... lebih bangga jadi wanita karir,

padahal ibunya adalah ibu rumah tangga

Bila kesalahannya diingatkankan,
mukanya merah..
bila di ajari mukanya merah,
bila di sanjung mukanya merah
jika marah mukanya merah,kok sama
semua ? bingung !!

Di tanya ya atau tidak, jawabnya diam;
ditanya tidak atau ya, jawabnya diam;
ditanya ya atau ya, jawabnya :diam,
ditanya tidak atau tidak, jawabnya ; diam,
ketika didiamkan malah marah
(repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya).

Di bilang ceriwis marah,
dibilang berisik ngambek,
dibilang banyak mulut tersinggung,

tapi kalau dibilang S u p e l
wadow seneng banget...padahal sama saja maksudnya.

Dibilang gemuk engga senang
padahal maksud kita sehat gitu lho

dibilang kurus malah senang

padahal maksud kita "kenapa elho jadi begini !!!"

Itulah WANITA makin kita bingung makin senang DIA !



Pria itu memang susah...

Jika kamu memperlakukannya dengan baik, dia pikir kamu jatuh cinta
padanya..
....... Jika tidak, kamu akan dibilang sombong.

Jika kamu berpakaian bagus, dia pikir kamu sedang mencoba untuk
menggodanya.
Jika tidak, dia bilang kamu kampungan.

Jika kamu berdebat dengannya, dia bilang kamu keras kepala.
Jika kamu tetap diam, dia bilang kamu nggak punya otak.

Jika kamu lebih pintar dari pada dia, dia akan kehilangan muka..
Jika dia yang lebih pintar, dia bilang dia paling hebat.

Jika kamu tidak cinta padanya, dia akan mencoba mendapatkanmu.
Jika kamu mencintainya, dia akan mencoba untuk meninggalkanmu.

Jika kamu beritahu dia masalah mu, dia bilang kamu menyusahkan.
Jika tidak, dia bilang kamu tidak mempercayai mereka.

Jika kamu cerewet pada dia, kamu dibilang seperti seorang pengasuh
baginya.
Tapi jika dia yang cerewet ke kamu, itu karena dia perhatian.

Jika kamu langgar janji kamu, kamu tidak bisa dipercaya.
Jika dia yang ingkari janjinya, dia melakukannya karena terpaksa.

Jika kamu merokok, kamu adalah cewek liar !
Tapi kalo dia yang merokok, dia adalah seorang gentleman, wuiihh..!

Jika kamu menyakitinya, kamu dibilang perempuan kejam..
Tapi jika dia yang menyakitimu, itu karena kamu terlalu sensitif dan
terlalu sulit untuk dibuat bahagia !!!!!

Jika kamu mengirimkan ini pada cowok-cowok, mereka pasti bersumpah kalau
ini tidak benar. Tapi jika kamu tidak mengirimkan ini pada mereka, mereka akan bilang
kamu egois.

Jadi..... kirimkan ini pada semua teman lelakimu diluar sana dan
juga pada semua teman cewekmu untuk berbagi tawa bersama.. ;)
hwahwahwa...

Well.... it's true..!!!!


dari miling list FIK ui

Terapi Sedekah, Antara Hati dan Permainan Rasa

ini bukan sebuah kritikan atas terapi sedekah, namun memahami lebih dalam kualitas sebuah terapi sedekah

banyak di antara kita yang melakukan terapi sedekah, entah untuk tujuan kesembuhan atau kesehatan atau tujuan lain.....

sedekah.....mm.....
melihat kembali ke dalam surat Al Baqoroh 261-274, betapa makna dan eksistensi sedekah begitu besar, JIKA di lakukan dengan ikhlas. dan Hati kita lah yang tau sejauh mana dan sebesar apa keikhlasan telah ada dalam hati kita. begitu besar artinya hingga orang yang bersedekah tidak akan merasakan kekhawatiran lagi dalam dirinya atas suatu hal karena telah ada keikhlasan yang begitu mendalam, kepasrahan, qonaah atas semua takdir Tuhan yang terjadi, baik berupa kesusahan atau kesenangan

Ikhlas berarti melakukan sesuatu dengan tulus, tanpa pamrih, tanpa keinginan apapun yang lain dalam hati selain sebuah pengabdian. bukan untuk tujuan tertentu, hanya ada Lillah......karena kecintaan yang luar biasa kepada Alloh.

Sedekah yang ikhlas adalah sedekah yang bebas dari semua keinginan apapun,dan itu artinya tidak mengharapkan kesembuhan atau tercapainya keinginan kita setelah kita melakukan sedekah.

Mungkin kita harus bertanya kembali jika melakukan terapi sedekah, apa yang menjadi niat dalam hati kita? sudahkah semua itu bebas dari keinginan kita yang lain? agar semua yang kita lakukan hanya untuk Alloh, tanpa keinginan yang lain, termasuk berubahnya takdir atau terselesaikannya masalah yang kita hadapi.....lillah...hanya itu

Jika masalah tengah kita hadapi, akan lebih baik berfikir semua berasal dari Alloh dan akan kembali padaNya. bukan berarti pasrah tanpa usaha. masalah adalah sarana Tuhan untuk membuat kita kuat. berpositif thinking, dan menyelesaikannya dengan semaksimal mungkin kemampuan kita. masalah merupakan sarana Tuhan untuk melatih hati kita, diri kita, jasad kita agar lebih cerdas, lebih kuat, lebih tegar dan mengujinya apakah penyelesain yang kita ambil masih tetap menomorsatukan Tuhan. apakah masih ada cinta dalam hati kita padaNya, dan yang terpenting adalah Tuluskah cinta kita, Ikhlaskah kita menerima Dia dengan cinta yang utuh beserta ujianNya.......bagaimana mungkin kita yakin cinta kita besar padaNya jika tanpa ujian.......

Ujian adalah bukti cinta Alloh, dan keikhlasan dalam menerima ujianNya adalah bukti cinta kita padaNya. Atau mungkin ujian itu merupakan penebus atas dosa yang telah kita lakukan yang pastinya akan berat jika menebusnya di akhirat kelak.....ujian adalah pembakar dosa. jika kita mencintai Dia kita akan menerima apapun yang diberikanNya, bahkan jika Dia menempatkan kita di tempat yang sangat tidak menyenangkan atau mengalami sakit yang begitu parah atau masalah yang begitu menyakitkan....jika dalam hati kita ada cinta padaNya, maka kita hanya akan mengatakan " yes God, i'll do it", " ya, Tuhan aku ikhlas menerimanya", dan bahkan kita masih akan rela menerima penderitaan yang lebih besar lagi jika dengan itu kita akan mendapatkan keridhaan dan cinta Tuhan.......jika Tuhan lebih suka kita menjalani ujianNya kenapa kita tidak ikhlas saja menerimanya, sampai saatnya tiba untuk diselesaikan oleh Tuhan sendiri sekalipun dengan wasilah usaha yang kita lakukan.....

Bahkan jika kita melihat kembali ke dalam Al Qu'an Surat Al Baqoroh ayat 207 - 208, kita akan melihat bahwa ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mendapat ridho Alloh, bukan berarti bunuh diri untuk mendapatkan cintaNya, tetapi mengikhlaskan seluruh hidupNya dengan niat yang tulus untuk mengabdi pada Alloh, sehingga kekafahan benar-benar terwujud. bukan di ukur dari fisik saja......

Sabtu, 04 Juli 2009

sharing dari mailing list fik ui

diambil dari mailist teman2 ui

Ayah dan ibu telah menikah lebih dari 30 tahun, saya sama sekali tidak pernah melihat mereka bertengkar.

Di dalam hati saya, perkawinan ayah dan ibu ini selalu menjadi teladan bagi saya, juga selalu berusaha keras agar diri saya bisa menjadi seorang pria yang baik, seorang suami yang baik seperti ayah saya. Namun harapan tinggallah harapan, sementara penerapannya sangatlah sulit.

Tak lama setelah menikah, saya dan istri mulai sering bertengkar hanya akibat hal - hal kecil dalam rumah tangga. Malam minggu pulang ke kampung halaman, saya tidak kuasa menahan diri hingga menuturkan segala keluhan tersebut pada ayah.

Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun ayah mendengarkan segala keluhan saya, dan setelah beliau berdiri dan masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian, ayah mengusung keluar belasan buku catatan dan ditumpuknya begitu saja di hadapan saya. Sebagian besar buku tersebut halamannya telah menguning, kelihatannya buku? buku tersebut telah disimpan selama puluhantahun.

Ayah saya tidak banyak mengenyam pendidikan, apa bisa beliau menulis buku harian? Dengan penuh rasa ingin tahu saya mengambil salah satu dari buku-buku itu. Tulisannya memang adalah tulisan tangan ayah, agak miring dan sangat aneh sekali, ada yang sangat jelas, ada juga yang semrawut, bahkan ada yang tulisannya sampai menembus beberapa halaman kertas. Saya segera tertarik dengan hal tersebut, mulailah saya baca Dengan seksama halaman demi halaman isi buku itu.

Semuanya merupaka catatan hal ? hal sepele, "Suhu udara mulai berubah menjadi dingin, ia sudah mulai merajut baju wol untuk saya."

"Anak - anak terlalu berisik, untung ada dia."

Sedikit demi sedikit tercatat, semua itu adalah catatan mengenai berbagai macam kebaikan dan cinta ibu kepada ayah, mengenai cinta ibu terhadap anak? anak dan terhadap keluarga ini. Dalam sekejap saya sudah membaca habis beberapa buku, arus hangat mengalir di dalam hati saya, mata saya berlinang air mata. Saya mengangkat kepala, dengan penuh rasa haru saya berkata pada ayah "Ayah, saya sangat mengagumi ayah dan ibu."

Ayah menggelengkan kepalanyadan berkata, "Tidak perlu kagum, kamu juga bisa."

Ayah berkata lagi, "Menjadi suami istri selama puluhan tahun lamanya, tidakmungkin sama sekali tidak terjadi pertengkaran dan benturan"

Intinya adalah harus bisa belajar untuk saling pengertian dan toleran. Setiap orang memiliki masa emosional, ibumu terkadang kalau sedang kesal, juga suka mencari gara - gara, melampiaskan kemarahannya pada ayah, mengomel. Waktu itu saya bersembunyi di depan rumah, di dalam buku catatan saya tuliskan segala hal yang telah ibumu lakukan demi rumah tangga ini. Sering kali dalam hati saya penuh dengan amarah waktu menulis kertasnya sobek akibat tembus oleh pena. Tapi saya masih saja terus menulis satu demi satu kebaikannya, saya renungkan bolak balik dan akhirnya emosinya juga tidak ada lagi, yang tinggal semuanya adalah kebaikan dari ibumu."

Dengan terpesona saya mendengarkannya. Lalu saya bertanya pada ayah, "Ayah, apakah ibuku pernah melihat catatan-catatan ini?"

Ayah hanya tertawa dan berkata, "Ibumu juga memiliki buku catatan. Dalam buku catatannya itu semua isinya adalah tentang kebaikan diriku. Kadang kala dimalam hari,menjelang tidur, kami saling bertukar buku catatan, dan saling menertawakan pihak lain. ha. ha. ha."

Memandang wajah ayah yang dipenuhi senyuman dan setumpuk buku catatan yang berada di atas meja, tiba - tiba saya sadar akan rahasia dari suatu pernikahan :

"Cinta itu sebenarnya sangat sederhana, ingat dan catat kebaikan dari orang lain.. Lupakan segala kesalahan dari pihak lain."

Sabtu, 21 Maret 2009

memahai makna cinta

cinta......
semua begitu mudah dikatakan, namun pada realitinya kadang kita tidak pernah mengerti maknanya
Bahkan untuk mengungkapkannya sering hanya terbawa pada perasaan
Padahal cinta itu di hati
Suatu kali baru kusadari bahwa cintanya begitu sempurna, bukan hanya rasa
Dia mencintai dengan hati, meski dengan itu aku sering menangis, karena tak disampingnya.
Sedangkan cintanya lebih agung dari itu, dia menginginkan yang terbaik buatku, sekalipun tak pernah dikatakannya atau pun aq merasa terluka. Tapi pada eksistensinya, semua dalam diriku adalah perasaan......
Sedangkan hati menghendaki yang terbaik, dia lebih menginginkan aq tegar dan kuat dengan jauh darinya
Dulu aq sering menganggapnya matahari, dimana aq tidak bisa hidup tanpanya tapi akan mati jika menyentuhnya.....
Tapi hati mengatakan lain, entah di dekatnya atau tidak secara fisik, hatinya telah merengkuh hatiku dengan kuat dan lembut.....sangat halus dia menunjukkan cintanya.....
Sampai hatiku tak bisa melihat cinta selain hatinya.......
Cinta dalam hatinya menghendakiku menyentuh cinta Ilahi dengan hatiku....bagaimanapun kenyataannya....
Cinta sejati adalah cinta yang datang dari Tuhan, menghendaki yang terbaik di hadapan Tuhan.....
Karena dengan begitu aku akan menemuinya di hadapan Tuhan...

Rabu, 21 Januari 2009

emosi dan logika

Emosi merupakan serangkaian respon psikologis dari perasaan terhadap suatu fenomena yang terjadi. dalam setiap peristiwa emosi seringkali berperan, bahkan kadang berlebihan. kesedihan ataupun kegembiraan berlebihan. saat seseorang menghadapi stress, emosi sering lebih mendominasi daripada rasionalitas atau logika.
akibatnya respon yang tampak adalah duka berkepanjangan yang tak berkesudahan.

Sebenarnya respon emosi merupakan respon yang normal, dengan catatan dalam batas tertentu. menangis saat bersedih, marah, kecewa, dan lain-lain. tapi dunia tentu tidak berhenti atau berubah dengan menangis, maka seseorang harus segera kembali kepada kehidupan nyata yang tidak terlarut dalam perasaan yang terlalu mendalam.

Pada tahap awal seseorang harus kembali pada logika, lalu hati harus kembali dihidupkan untuk menentukan langkah apa yang harus dipilih.

Setan paling senang menyerang dari sisi perasaan, jadi yang dihidupkan janganlah perasaan, tapi hati. karena hati tidak akan terpengaruh oleh godaan syetan, dan dalam hatilah nur ilahi akan dapat di tangkap, bukan di perasaan.

Secara teoritis memang mudah di ucapkan, meskipun dalam prakteknya sangat berat tapi tidak ada salahnya untuk dilakukan. Jika sungguh sungguh pasti jalan Tuhan akan ditemukan.
So, tidak perlu banyak bicara, just do it.
Keyakinan akan mengantarkan kita menemukannya........