my journey

my journey

Jumat, 19 Agustus 2011

just from MT

Janganlah berharap untuk mendapatkan sesuatu dari cinta dan yang kaucintai. Karena, Cinta bukanlah untuk mengharapkan pemberian. Cinta adalah tentang keanggunan hati untuk memberi. Hanya orang yang hatinya menemukan kebahagiaan dalam memberi, yang berbakat ditemukan oleh cinta yang lembut, jujur, dan setia. Orang yang hatinya hanya tamak mengharapkan hadiah dari cinta, akan dihindari oleh cinta, kecuali oleh penipu yang memalsukan cinta. Memberi adalah hakikat cinta.
– Mario Teguh

Sadarilah, Anda tidak mungkin berhasil menyenangkan semua orang. Akan selalu ada orang yang tidak puas, tidak setuju, dan bahkan tidak menyukai Anda. Maka, janganlah ijinkan kritik dan komentar miring dari orang lain mengkhawatirkan Anda. Berfokuslah menjadi pribadi yang baik, bukan pribadi yang jadinya tidak seimbang karena berusaha menyenangkan orang tidak baik. Berbahagialah dengan diri baik Anda. Sesungguhnya, kebaikan yang Anda lakukan adalah untuk kebaikan Anda sendiri.
– Mario Teguh

Jatuh cinta adalah ziarah jiwa menuju penyerahan hidup kepada jiwa lain, yang hanya didasari oleh keyakinan hati yang sedikit pun tak mampu mereka jelaskan. Itu sebabnya cinta yang baru hanya bisa mempercayai, tanpa kesiagaan untuk mengenali kepalsuan dan pengkhianatan. Jika mereka memelihara kemuliaan diri dalam cinta, ziarah itu berbuah berkah. Jika mereka mengkusamkan perilaku dan mencemooh nasehat baik, ziarah itu kehilangan nilainya, dan hanya akan melukai jiwa.
– Mario Teguh


Kamis, 18 Agustus 2011

for the rest of my life

bagaimana harus ku artikan semua ini
bagaimana harus kupahami

aku tak bohong, hatiku tau
lebih dari sekedar memberi, namun seberapa cepat, seberapa tepat, seberapa besar, dan seberapa ikhlas yang bisa kuberikan

dan...pada akhirnya menentukan sebesar apa nilaiku dihadapanmu
maafkan aku
n for the rest of my life, if there's only guilty,
only hope that i can give something to you
may be just once, in the last of my life
just hope that im worthed enough, just once, before the last breath
then i dont wanna breath anymore after all

Rabu, 20 Juli 2011

Hurt

Tentang sebuah kekecewaan

Kecewa, sakit hati, marah, dan bolo2 nya.....kroni-kroninya.....
Ketika semua itu datang, rasanya sungguh menyakitkan. Beberapa orang lari, mengamuk, menangis, teriak, ato melampiaskan ke hal2 tertentu. Hmm........ memang serba gak enak rasanya......

Fase pertama ketika kita mengalaminya, kita akan masuk dalam Denial

Pernah gak lihat orang saat dimarahin terlihat taft banget, gd nangis2nya?.....ato rasanya "gak menapak bumi", "blank", "gak sadar".....dll, dan kadang menolak kehilangan dengan tegas. Nggak percaya, tapi gbs nangis juga...... nah tuh dia. Responnya macam2, mulai diam, narik bafas, senyum, bengong, malah ada juga yang bisa menyelesaikan 3 laporan dalam semalam gara2 berada di fase ini.....(hahahaha.....wah pengalamannya siapa tuh....:))

Kadang terjadi represi (penekanan secara tidak sengaja pada masalah yang di alami ke dalam alam bawah sadar) ato supresi (penekanan dengan sengaja atas masalah yang dialami ke dalam alam bawah sadar)......bentuknya merasa tidak ada masalah, sedangkan bentuk kalimat "nggak mungkin, dia gak sakit, dia sehat, kami baik2 saja....." itu menunjukkan penyangkalan yang jelas.
Meski begitu kadang muncul dalam bentuk mimpi buruk, gbs tidur, dll....ya namanya juga supresi ato represi, karena di alam bawah sadar ya tetap akan muncul.....

Setelah puas ber denial ria...kita bakal ANGRY

Pada fase ini kesadaran akan masalah yang sebenarnya mulai muncul, makanya wajar klo kita jadi angry......anger.....
Apapun bentuknya, fase yang satu ini luar biasa gak enaknya. Mau memakan orang, mau memaki, marah, dan sebagainya.... dan sebagainya. Gak bisa enggak. Sekalipun orang yang cool abis, lempeng abis, semua bakal angry.

Dan kita akan bilang alangkah gampangnya orang bilang..."sabaar", "kamu pasti bisa", sing ngalami iki lho....bunyek.....benjut....remek....

Di fase ini sebagian besar orang maunya cm didengerin, ato didiamin dl karena kita perlu waktu untuk menginternalisasi tapi belum sanggup untuk melakukannya, tapi tetap harus diberi dukungan, apapun bentuknya. Ada juga yang pengen dipeluk, ato menangis sekenceng-kencengnya, sepuas-puasnya. Sayangnya sebagai teman, kadang kita kurang kontrol, malah menasehati......nah tuh dia (si "otak nyicil" pun mengalami.....hehehe) padahal di fase ini, sangat susah seseorang menerima nasehat. Hanya ingin dimengerti. Thok.

Jadi, klo di fase ini ada yang ngasi nasehat, rasanya mau melempar sandal aja....klo ada ulekan rasanya mau melempar sama ulekannya...klo ada bogem, mau melemparnya juga, cm klo yang ada duit, kali gak akan dilempar.......hehehe. Begitulah.....namun inilah fase tersulit, jika kita bisa menerima nasehat di fase ini.....wowww.....Hebat

Selanjutnya kita akan dibawa ke dalam kondisi "Bargaining"

Bargaining untuk apapun. Menerima beberapa nasehat yang datang, tetap memilih bersedih, bangkit, tetap menangis, semuanya......campur aduk. Internalisasi dan internalisasi. Hanya itu yang kita lakukan. Sampai kita menghasilkan satu keputusan. Gak perlu diomongkan kadang. Tapi akan terlihat, mau bangkit ato masih mau bersedih.

Kadang kita bisa bangkit sesaat, lalu bersedih lagi. Its ok. Try n try. or Try-fall-try-fall-try....dst. Its ok. itu pun udah progres. Karena besarnya masalah kadang kita tidak bisa langsung bangkit tanpa jatuh lagi. U can stop, but dont quit. U can crying, men or women, but u must try again, just try to stand up if u cant step....berhenti, tapi jangan seterusnya, berhentilah sejenak. Bukan untuk kalah, tapi untuk menyusun strategi baru untuk melangkah.

Fase terakhir sebenarnya adalah bentuk nyata dari pilihan kita. Acceptance ato Depression

Kesedihan kita yang mendalam, yang berlarut-larut, hanya akan membawa kita ke dalam kondisi depresi. Sakit dan derita tiada akhir. Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang depresi, karena saya tidak ingin membawa anda ke dalam kondisi ini, karena membaca tulisan akan membawa emosi dan jiwa.

Singkatnya, Mungkin memang benar kata Patkay dalam serial Kera sakti, "Begitulah cinta, deritanya tiada akhir". Namun pada endingnya ketika Patkay menjadi panglima, mungkin kata-katanya akan berubah, sama seperti kata saya pada adik saya "Begitulah cinta, klo deritanya tiada berakhir, pintar-pintarlah untuk merubah deritanya...jangan mau kalah....", perjuangkan cintamu sekuatmu, namun jika memang dia tidak dapat kau perjuangkan, lepaskanlah. Artinya kau berhak mendapat yang lebih baik dari dia.

Perjuangkan apa yang kamu inginkan, jika pada akhirnya tidak berhasil ato di tolak juga, yg penting kamu sudah berjuang....tapi jangan pernah menyerah dan jangan menyerah sebelum kau berjuang.......mati satu tumbuh seribu, meski yang seribu itu munculnya satu-satu....hehehe.

Apapun lah, berjuanglah untuk tetap fight.
Meski yang terjadi bukan lagi cinta ditolak dukun bertindak tetapi telah berganti cinta ditolah Remove bertindak, gpp....its fine......tar jika hatimu menjadi sangat lapang dan dipenuhi dengan kebijakan dan kematangan kepribadian, kan bisa di add friend lagi....hehehe

Jika kita memutuskan untuk bangkit, meski berjuang dari awal lagi (meski sebenarnya bukan awal lagi, karena saat kita melangkah, jelas kita akan lebih kuat, dan bukan pribadi yang sama dengan saat pertama kita jatuh), meski sangat sulit.....saat kita berdiri kembali dan siap untuk melangkah maju ke scene kehidupan baru, kita akan menapaki jalan Acceptance, menerima masalah dengan lapang dada. Masih menangis? its Ok. tapi keputusan yang kita buat jelas. Menerima masalah, menghadapinya, menyelesaikan dan melangkah maju.

Tangis dan tawa itu adalah bagian dari sisi kehidupan, akan selalu ada dan mengiringi langkah kita. Sakit, pahit, getir, marah, itu wajar. Itulah hidup. Mari menangis bersama dan mari tertawa bersama. Kita jalani semua dengan dengan tegar, mantab, dan tegak. Mari kita rasakan dinamika kehidupan yang akan mendewasakan kita.

Just Hold My Hand, there are many ways to do it right
Hold my hand, turn around and see what we have left behind
Hold my hand my friend....we can share the good spirit of me and u
For another chance and lets pray for beautifull world,
Beautiful worl i share with u......


Senin, 18 Juli 2011

ku muarakan cintaku hanya untukMU

ku muarakan cintaku hanya untukMu

aku mendatangiMu bukan karena kecewa pada dunia
aku mendatangiMu bukan karena sakit karena cinta yang fana
aku mendatangiMu karena kesadaranku akan cintaMu
dan kesadaranku untuk mencintaiMu

karena segala yang datang padaku bukanlah sia-sia
karena segala yang datang padaku adalah untuk mengujiku
karena yang Kau datangkan adalah untuk mengujiku
karena yang Kau datangkan adalah karena Kau mencintaiku,
dan kau ingin membuatku kuat
sekalipun aku menangis,
sekalipun aku berdarah

karena Kau mencintaiku
adakah hal yang lebih indah dari itu duhai Kekasihku.....
tak harus selalu membuatku tersenyum
tapi Kau tahu pasti caranya mencintaiku
meski kadang sulit kupahami

Kau cukup merengkuh hatiku, dan Kau selalu melaukannya.....

cinta yang Kau hadirkan dalam hidupku adalah bentuk tajaliatMu
adalah bentuk kasih sayang yang ingin kau hadirkan agar aku merasakan cintaMu
melalui manusia yang Kau pilih

segala marah, kecewa, benci, bahkan amukanku....
hmmm.....Kau tau semuanya.....:D
Kau memberiku waktu
tapi Kau selalu tau kapan menyadarkanku
dan bagaimana melakukannya

akankah aku berkata "tidak" untuk cinta se Agung itu
Duhai Kekasihku......
aku tak ingin merayu, karena Kau tau bagaimana aku merayuMu
hehehehe.....thank U Tuhan.....
Kekasih abadiku, ku muarakan cintaku untukMu

Sabtu, 09 Juli 2011

understanding

untuk kesekian kalinya masalah itu berulang.....hfffff
selalu berkata...positif thinking qori, satu jika diperhatikan bener2 juga bakal bisa.....

entahlah...kenapa otakku selalu dodol klo menyangkut menghadapi dan memahami orang....
aku hanya bisa BELAJAR g ngeyel, belajar care, tidak selfis dan tidak egois....semaksimal yang aku bisa......yeah...i know....belum berhasil, meski mulai ada perubahan.....(mgkn dikit).....
jadinya yang ada sekarang cm pengen melayani dan membantu orang-orang disekitarku. tapi masalahnya selalu hal yang sama, kurang sensitif dengan maunya orang....

bukan karena aku tidak ingin mengerti, bukan pula karena aku tidak ingin memahami, ato gak ingin belajar, cm kadang hal-hal tertentu tidak bisa kudeteksi. klo gak dibicarakan ya aku gak ngerti.....
masalahnya, tidak semua hal perlu dibicarakan, tapi menuntut sensitifitasku. dan hal itu yang aku kurang bisa.....

Mengingat kembali kisahku selama di kantor....hmmm....berapa banyak kesalahan yang kulakukan dengan hal itu. Sang "second older" sampai gemar memanggilku...setor gulu lagi....setiap telp yang berbunyi membuatku berdebar2 dari siapa, apalagi klo pesannya dr mas-mas seniorku "ri, telp dr b***a......" wah...alamat tiket basah, alias semprot.....aku tau, itu karena aku belum bisa memahami b***a, tp aku akan berusaha.

belajar dan belajar. bukannya hal itu terhenti, namun dengan banyaknya kemarahan dan "setor gulu" yang terjadi, akhirnya membuatku menjadi pesimis..."paling aku lagi yang salah..." begitu dan begitu terus.....lama2 aku menjadi orang yg g punya mimpi, g punya harapan, cm menjalani kewajiban.....aku takut, tapi tetap berjalan.......hanya berusaha menebalkan telinga dan leher, kali aja setor gulu lagi hehehe.....ndablek.....tapi tetap belajar mikir, semampuku, karena udah tau aku exhausted banget.....aku tau ada yang salah denganku, namun aku bener2 g tau apa yg harus kulakukan untuk merubahnya. g tau cara memahami orang lain.....apalagi orang tipe seperti b***a atau yang perfecsionis......bener2 susah. banyak hal yang berada diluar kontrolku....hmm...tp aku g mau kalah, aku mau belajar, ......understanding.....

waktu berlalu sampai akhirnya Tuhan membawaku ke jakarta. untuk belajar pastinya dan memperbaiki diri ..... hmm...intermezo dikit deh....aku masih ingat kata-kataku saat ditemani mbak di, si "the day", mas As dan si Gus di teras aspi depan kamar mas Cal n mas As,waktu itu....aku bilang "aku bosan. aku pengen dunia yang lain, yang diluar kesehatan, yang terus berubah dengan situasi baru, kerja yang aku tidak hanya mendapatkan uangnya, tapi lebih untuk refresh diriku.....dan belajar hal baru.", dan dengan entengnya si Mis Di menjawab "wah jadi pasukan kuning aja mbak...pagi nyapu di RT sini, sore RT sebelahnya, besoknya lain lagi....nah pasti beda-beda......", hehehehe....si mis yang satu ini emang selalu oke. wajarlah si mas cal selalu bilang "kalian itu emang susah dimengerti....", nah loh.....mengerti aku dan warga aspi aja ternyata susah juga (bagi mas cal kaleee....).....wkwkwkwkw....selalu menyenangkan mengingatnya.......

Memang tak mudah, mungkin karena aku dan mis D sering curhat, lama2 tau pemikirannya. gt kali ya cara memahami orang? Pahami dl pemikirannya. Ato mungkin karena aku dan mis D sering sharing apa yang ada di pikiran masing2.....lama2 tau cara berpikirnya...tapi emang lugas....hampir semua2 yang terpikirkan sama2 kami ungkapkan.....mana yang kusuka dan tidak kusuka dari Mis Di ato sebaliknya, tidak ada yang dipendam tentang pendapat satu dengan yang lain....klo yang satu lg setor gulu, habis itu mesti dibahas bareng masalahnya....selalu dikatakan yang mengganjal.......

Berangkat ke Jakarta cm bertekat, aku harus belajar. Karena aku parah dalam hal komunikasi dan memahami orang, akhirnya aku masuk marketing. Bulan bulan pertama di depok dan jakarta, semua tiba-tiba terplaning, aku seperti mendapatkan pelajaran demi pelajaran. masuk di marketing membuatku semakin terbuka. "oh....Tuhan, ternyata ada yang menghargaiku...", itu adalah titik balik optimis yang mulai muncul. bulan demi bulan yang kulalui, training demi training yang kujalani, seperti merehabilitasi segala sesuatu dalam diriku dan mengajarkan cara peduli pada orang lain, listening dan understanding. Aku mau belajar, untuk tau dan paham, dan aku peduli.

Bukan hal yang mudah untuk memahami orang lain. Sejauh ini, itu kesimpulan menurutku. Bagi beberapa orang memang lebih mudah. Namun, jika hal itu masih susah bagiku, berarti memang aku harus lebih banyak belajar daripada orang lain. Try n Try......tidak ada yang sia-sia. aku yakin itu.

Sejauh ini aku hanya bisa sedikit blak-blakan, masih belajar care dan masih juga belajar peduli. karena apapun dan siapapun yang lewat dalam hidupku tidak ada yang sia-sia. Meski belum sepenuhnya berhasil memahami, namun jika dikatakan apa yang membuat orang lain tidak nyaman, apa yang dimaui orang lain, aku akan belajar cara memahaminya.....

Jumat, 27 Mei 2011

terkadang kemiskinan bukan sekedar takdir tetapi pilihan

hmmm......setiap kali aku melewati gramedia selalu melihat bapak ini. Penjual kerupuk jepit dengan setumpuk dagangan duduk di trotoar. Hal yang sama tetap terlihat saat aku kembali ke kosan setelah bosan membolak-balik buku di gramedia. Si bapak tetap dengan tumpukan kerupuk yang sama, tapi kali ini si bapak telah memakai payung karena udara telah demikian panasnya, dan tentu saja trotoar tempat bapak tersebut duduk beralaskan kardus telah sangat panas.
setiap kali melihatnya aku selalu berkata, kenapa bapak ini tidak jualan air mineral aja? kan di stasiun selalu ada yg beli.........

sementara itu di stasiun kecil, seorang pengemis bapak2 menjual suaranya melalui membaca sesuatu yang terlihat seperti membaca ayat al qur'an. Sambil membaca si bapak menengadahkan tangan meminta belas kasihan orang yang lewat. namun setelah lama kuperhatikan, ternyata si bapak tidak terus menerus mengaji, si bapak hanya mengaji ketika melihat orang berjalan di dekatnya, baik penumpang kereta yang turun di stasiun maupun calon penumpang KRL yang berjalan ke stasiun. Dan jika uang yang didapatnya dirasa kurang, saat sore hari suara mengaji itu hilang digantikan oleh "pak...bu...tolonglah beri saya uang......pak, kasihanilah saya......."

Di tempat lain jauh nun di pedesaan, seorang ibu tengah duduk santai di beranda. Kedua anak lelakinya ada di dalam rumah, sedangkan suaminya bekerja sebagai tukang tambal ban sepeda di desa sebelah. Sudah beberapa minggu ibu tersebut tidak bekerja, bukan karena tidak ada pekerjaan, sang ibu memang tidak bergerak untuk mencari pekerjaan. Sebenarnya tetangganya telah menawarkan pekerjaan sebagai kuli tani untuk memetik cabai pada petani yang sedang mencari orang yang mau bekerja untuk memanen cabai di sawahnya. Kegiatan memanen cabai di desa tersebut biasa dikerjakan oleh para ibu-ibu rumah tangga karena bukan pekerjaan yang terlalu berat seperti mencangkul, hanya memetik cabai saja. Ibu tersebut sebelumnya setelah beberapa kali menjadi kuli tani untuk memetik cabai, namun sang ibu tersebut merasa malas dan capek dan akhirnya menolak pekerjaan tersebut. saat tetangganya datang mengajak bekerja ibu itu berkata "nggak ah, males, panas......capek..." sehingga tetangga tidak lagi mengajaknya. tetangganya adalah kuli cabai, seorang janda beranak 2 yang dipercaya oleh petani pemilik sawah untuk mencari orang memanen cabai di sawahnya. Ketentuan jam kerjanya dari jam 06.00-11.00 siang dan diatas jam 11.00 diberikan tambahan uang lembur, selain itu para kuli mendapat jatah makan pagi dan makan siang jika lembur.

Sementara sang ibu sedang bersantai di beranda, anak lelakinya datang menemui ibunya "bu, saya dan adek lapar.....", sang ibu melihat anaknya lalu berkata "iya, ibu tau kamu lapar, ya sudah kalian tidur saja, biar nanti perutmu lupa sama rasa laparmu, nanti bangun kamu tidak akan lapar lagi, kita lagi tidak ada beras", mendengar jawaban ibunya, sang anak kembali masuk ke rumah dan mengajak adiknya tidur seperti yang dikatakan ibunya. sementara sang anak masuk ke dalam ruamh untuk tidur, sang ibu meneruskan bersantai di beranda

Ibu ini sebenarnya punya 1 anak lagi, anak perempuannya telah menikah degan salah satu pemuda di desa tersebut. anak perempuan ibu tersebut tinggal bersama suaminya yang berjarak 1 km dari rumah ibunya. sang suami adalah seorang petani dengan sawah yang tidak luas yang disewanya dari orang tuanya untuk menghidupi dirinya dan istrinya dan sesekali sang suami juga menjadi kuli tani demi mendapatkan uang dan mempersiapkan persalinan istrinya, sang suami juga beternak sapi di belakang rumahnya, sapinya berjumlah 1 ekor karena uangnya hanya mampu untuk membeli 1 ekor sapi sebelum dia menikah. Saat ini istrinya tengah hamil, maka sang suami berusaha semakin giat bekerja untuk persiapan kelahiran anaknya. Karena keinginan suami untuk mempersiapkan kelahiran anaknya, sang suami semakin giat bekerja, sementara istrinya di rumah. Sang istri sering mengeluh karena ditinggal suaminya ke sawah dan mencari rumput. Suatu hari sang suami bersiap berangkat ke sawah kembali, sang istri mendekati suaminya "mau kemana lagi? ke sawah?", kata sang istri. Sang suami berkata "iya dek, mau cari rumput buat pakan sapi". "tidak usah pergi, di rumah saja", kata sang istri. Sang suami bertanya dengan cemas "kenapa? ada apa? apa kamu tidak enak badan dek....". istrinya menjawab sambil bersungut-sungut "nggak, aku ingin ditemani di rumah". kata sang istri, ini adalah permintaan istrinya kesekian kali, bukannya sang suami tidak pernah pulang, setiap hari sang suami bekerja dari jam 06.00-12, dan jam 14.00-16.00 di sawah, setelah itu di rumah besama istrinya. Namun sang istri sering marah-marah karena merasa tidak ditemani. Sedangkan dalam pikiran sang suami yang terpenting adalah hari ini harus bekerja agar bisa makan minimal sampai beberapa hari karena gajinya sebagai kuli tidak besar. Akhirnya sang suami menenangkan dan menjelaskan pada istrinya bahwa kalau dia bekerja besok mereka tidak punya uang belanja dan dia bekerja adalah demi istri dan anaknya, namun sang istri tidak mau tau. Sang istri tetap bersikukuh tidak mau ditinggal, sang suami akhirnya bilang"ya sudah, kamu ikut saja aku ke sawah, nanti kamu istirahat sambil nunggu aku bekerja", istrinya pun menjawab sambil marah "nggak mau, pokoknya aku ingin kamu dirumah. kamu cinta nggak sih sama aku?", kata istrinya. "tentu saja aku mencintaimu istriku......, tapi aku harus bekerja agar besok kita bisa makan.......", kata sang suami. sang istri segera menimpali " ya sudah, sekarang kamu pilih, aku apa sapimu...."......... dengan seringnya sang istri sang suami sering tidak bekerja demi menemani istrinya.......

Sedangkan janda 2 anak yang menjadi kuli tani, setiap hari dia bangun pagi dan menyiapkan makanan untuk anaknya. Meskipun hanya mampu membeli tempe atau tahu dengan hanya Rp. 2000, namun sang janda tersebut tetap giat bekerja. "Yang terpenting anakku harus bisa makan dan sekolah, meski murah harus ada lauk yang bisa dimakan anakku agar anakku bisa menerima pelajaran di sekolahnya dengan baik karena tidak sedang kelaparan", katanya dalam hati. Setiap pagi saat mendapat kiriman makan pagi dari petani yang mempekerjakannya, dia akan bilang "Pak, saya pinjam dulu rantang maknanannya, saya mau memberikan makanan ini untuk anak saya. Saya ijin pulang sebentar ya pak?" kata ibu janda. Pak petani yang melihat bu janda rajin setiap kali bekerja, maka dia mengijinkan ibu janda untuk pulang mengantar makanannya untuk anaknya. Bahkan pak tani tersebut dan istrinya memberikan porsi yang besar khusus pada ibu janda agar jatah sarapan paginya bisa dimakan untuk 3 orang tanpa mengurangi bayaran yang diberikan. Dengan ketekunannya sang ibu janda tetap bisa menghidupi anaknya, uang hasil pekerjaannya diatur sedemikian rupa sehingga dia masih bisa membiayai anaknya sekolah. Beberapa tokoh masyarakat di desa tersebut mendaftarkan anak ibu janda tersebut di panti asuhan yatim dan anak asuh agar mendapat uang biaya sekolah dan santunan lain. Ibu tersebut tetap tinggal dengan anaknya dan menggunakan dana yang didapatnya dengan sebaik-baiknya.

Setiap kali aku melihat orang seperti bapak2 yang pertama yang berjualan dan tidak laku-laku, aku selalu berkata kenapa dia tidak jual air mineral saja? kan lebih mungkin untuk laku......dan bisa membuat bapak itu makan.....setiap kali lihat penjual tape uli dan penjual rujak tumbuk, hal yang sama selalu terlintas. Suatu hari aku terdiam setelah mengatakannya......itu adalah pelajaran buat bapak tersebut qori, kata hatiku......lihatlah, Alloh telah memberikan karunia berupa otak. Jika dengan penghasilan yang dia dapat kemudian bapak itu berpikir bahwa pendapatannya masih kurang buat makan, pasti bapak tersebut akan mencari cara agar penghasilannya meningkat, entah dengan memodifikasi yang dijualnya, mengganti barang yang dijual atau bahkan beralih profesi........
Jadi dengan kondisi yang ada, Tuhan sebenarnya mengajarkan padanya, hanya bagaimana keputusan yang diambil bapak tersebut yang menentukan nasibnya, jika dia merasa telah cukup penghasilannya maka wajar jika bapak tersebut tetap menjual barang yang sama, tetapi jika dia merasa masih kurang tetapi tidak berubah, maka itu adalah keputusannya sendiri untuk memilih nasibnya......karena itu adalah pilihannya.......

Hal yang sama terjadi pada kondisi yang lain, apa yang menjadi pilihannya itulah yang akan terjadi. seperti ibu di desa dan istri yang hamil tersebut. miskin adalah pilihannya, memang mereka tidak mau bekerja, bukan karena tidak mampu, melainkan karena mereka malas. pekerjaan telah mendatanginya yang bisa di bilang rejeki telah dikirimkan Alloh kepadanya dalam bentuk tawaran pekerjaan yang datang padanya, namun adalah keputusannya ketika menolak, meski dengan konsekuensi dia dan anaknya menahan lapar......itu adalah pilihannya.....

keadaaan yang berbeda terjadi pada janda dengan 2 anak. tanggung jawabnya sebagai single parent telah membuatnya giat bekerja. meski kesulitan datang, namun sang ibu tetap berjuang agar anaknya bisa sekolah dan mendapat kehidupan yang lebih baik......

jadi semua adalah pilihan kita, mau berhasil atau tetap di tempat. Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai kaum itu sendiri mau merubah nasibnya......

Rabu, 23 Maret 2011

alkisah mantan mahasiswa dan pengusaha "kecil"

ini adalah kisah nyata

alkisah seorang keponakansama pamannya yang berasal dari jawa

sang keponakan telah menyelesaikan studinya di salah satu universitas, setelah lulus, sang keponakan berkali-kali melamar pekerjaan belum dapat. menjadi pengangguran selama beberapa bulan, akhirnya sang keponakan belajar untuk memulai usaha baru. karena terbatasnya modal, maka sang mahasiswa mengikuti program transmigrasi. dia dibantu oleh pamannya.

di lahan baru, mantan mahasiswa ini mulai belajar dari awal karena belum memahami tentang seluk beluk perkebunan.

Suatu hari sang paman berkata : "kowe iki le....kuliah adoh-adoh trimakno mung dadi pengangguran, akhire yo transmigrasi. podo karo aku. jek mending aku, ora perlu kuliah ora ngentekne dhuwit. lha kowe, wes kuliah adoh, dhuwet entek, pikiran kesel......."
Yang artinya jika diterjemahkan ke bahasa indonesia kurang lebih sebagai berikut : " kamu ini nak, kuliah jauh-jauh cuma jadi pengangguran, akhirnya juga transmigrasi. sama dengan saya. masih lebih baik saya, tidak perlu kuliah, tidak menghabiskan uang. sedangkan kamu, sudah kuliah di tempat yang jauh, uang habis, pikiran capek ...."

Sang keponakan hendak marah. mengingat perjuangannya pontang-panting mencari kerja, dan bersusah payah belajar, namun melihat keadaannya yang memang sama dengan pamannya. akhirnya sang keponakan cuma berkata "nggeh paklik, sampeyan bener. aku pancen kuliah adoh-adoh, saiki transmigrasi, podho karo paklik. tapi cobo sampeyan delok. aku kuliah 5 tahun, sampeyan ora, duwetku entek gawe kuliah, sampeyan ora. tapi paklik, apa sak suwene 5 tahun paklik ora kuliah, terus dhuwet sampeyan mungkruk sak gunung-gunung.......??? ijik mending aku, e...setidak e ngerti kutho-kutho gedhe, ngerti carane nggawe barang, ngerti pemasarane, ngerti strategine, lan sing paling penting ngerti cara pikire pengusaha lan carane omong karo uwong sing pendidikane dhuwur. sopo ngerti iku penting gawe ngembangne usaha hasil transmigrasiku....."
yang artinya : " iya paman, paman benar. aku memang kuliah jauh-jauh, sekarang transmigrasi seperti paman. tapi coba paman pikir. saya kuliah 5 tahun, paman tidak, uang saya habis untuk kuliah, paman tidak. tapi paman, apa selama 5 tahun paman tidak kuliah itu kemudian uang paman bertumpuk-tumpuk menggunung.....??? masih mending saya, ya....setidaknya saya tau kota-kota besar, tau cara pembuatan barang, tau cara memasarkan, strateginya dan yang terpenting tau bagaimana cara berpikir para pengusaha hebat dan caranya berkomunikasi dengan orang yang berpendidikan tinggi. siapa tau hal itu penting untuk mengembangkan usaha hasil transmigrasi saya nanti....."

sang paman langsung terdiam, karena memang tak ada uang bergunung-gunung yang dia punya.

Jadi, pengetahuan itu penting. pengetahuan adalah bagian investasi yang tidak akan habis oleh keadaan ekonomi, sakit, dll. Membagi pengetahuan bisa membantu orang lain lebih baik, lebih sukses, lebih maju.
Lihatlah contohnya, setelah para pengusaha telah berhasil, banyak yang membangun sekolah bisnis. Tujuannya adalah pengembangan ILMU yang lebih lanjut, membantu menciptakan ribuan orang sukses lain, dan mengajarkan bagaimana menjadi sukses. Jika para mahasiswa lulusannya banyak yang berhasil, dia turut bangga. Namun, untuk menjadi pengusaha yang sukses, seseorang perlu mengasah otak. Baik dengan sekolah maupun dengan training-training.

Namun tentu saja paradigma/cara pikir pengusaha ini ketika sekolah telah jauh lebih luas dan telah berbeda dengan kebanyakan mahasiswa lain.....