Tentang sebuah kekecewaan
Kecewa, sakit hati, marah, dan bolo2 nya.....kroni-kroninya.....
Ketika semua itu datang, rasanya sungguh menyakitkan. Beberapa orang lari, mengamuk, menangis, teriak, ato melampiaskan ke hal2 tertentu. Hmm........ memang serba gak enak rasanya......
Fase pertama ketika kita mengalaminya, kita akan masuk dalam Denial
Pernah gak lihat orang saat dimarahin terlihat taft banget, gd nangis2nya?.....ato rasanya "gak menapak bumi", "blank", "gak sadar".....dll, dan kadang menolak kehilangan dengan tegas. Nggak percaya, tapi gbs nangis juga...... nah tuh dia. Responnya macam2, mulai diam, narik bafas, senyum, bengong, malah ada juga yang bisa menyelesaikan 3 laporan dalam semalam gara2 berada di fase ini.....(hahahaha.....wah pengalamannya siapa tuh....:))
Kadang terjadi represi (penekanan secara tidak sengaja pada masalah yang di alami ke dalam alam bawah sadar) ato supresi (penekanan dengan sengaja atas masalah yang dialami ke dalam alam bawah sadar)......bentuknya merasa tidak ada masalah, sedangkan bentuk kalimat "nggak mungkin, dia gak sakit, dia sehat, kami baik2 saja....." itu menunjukkan penyangkalan yang jelas.
Meski begitu kadang muncul dalam bentuk mimpi buruk, gbs tidur, dll....ya namanya juga supresi ato represi, karena di alam bawah sadar ya tetap akan muncul.....
Setelah puas ber denial ria...kita bakal ANGRY
Pada fase ini kesadaran akan masalah yang sebenarnya mulai muncul, makanya wajar klo kita jadi angry......anger.....
Apapun bentuknya, fase yang satu ini luar biasa gak enaknya. Mau memakan orang, mau memaki, marah, dan sebagainya.... dan sebagainya. Gak bisa enggak. Sekalipun orang yang cool abis, lempeng abis, semua bakal angry.
Dan kita akan bilang alangkah gampangnya orang bilang..."sabaar", "kamu pasti bisa", sing ngalami iki lho....bunyek.....benjut....remek....
Di fase ini sebagian besar orang maunya cm didengerin, ato didiamin dl karena kita perlu waktu untuk menginternalisasi tapi belum sanggup untuk melakukannya, tapi tetap harus diberi dukungan, apapun bentuknya. Ada juga yang pengen dipeluk, ato menangis sekenceng-kencengnya, sepuas-puasnya. Sayangnya sebagai teman, kadang kita kurang kontrol, malah menasehati......nah tuh dia (si "otak nyicil" pun mengalami.....hehehe) padahal di fase ini, sangat susah seseorang menerima nasehat. Hanya ingin dimengerti. Thok.
Jadi, klo di fase ini ada yang ngasi nasehat, rasanya mau melempar sandal aja....klo ada ulekan rasanya mau melempar sama ulekannya...klo ada bogem, mau melemparnya juga, cm klo yang ada duit, kali gak akan dilempar.......hehehe. Begitulah.....namun inilah fase tersulit, jika kita bisa menerima nasehat di fase ini.....wowww.....Hebat
Selanjutnya kita akan dibawa ke dalam kondisi "Bargaining"
Bargaining untuk apapun. Menerima beberapa nasehat yang datang, tetap memilih bersedih, bangkit, tetap menangis, semuanya......campur aduk. Internalisasi dan internalisasi. Hanya itu yang kita lakukan. Sampai kita menghasilkan satu keputusan. Gak perlu diomongkan kadang. Tapi akan terlihat, mau bangkit ato masih mau bersedih.
Kadang kita bisa bangkit sesaat, lalu bersedih lagi. Its ok. Try n try. or Try-fall-try-fall-try....dst. Its ok. itu pun udah progres. Karena besarnya masalah kadang kita tidak bisa langsung bangkit tanpa jatuh lagi. U can stop, but dont quit. U can crying, men or women, but u must try again, just try to stand up if u cant step....berhenti, tapi jangan seterusnya, berhentilah sejenak. Bukan untuk kalah, tapi untuk menyusun strategi baru untuk melangkah.
Fase terakhir sebenarnya adalah bentuk nyata dari pilihan kita. Acceptance ato Depression
Kesedihan kita yang mendalam, yang berlarut-larut, hanya akan membawa kita ke dalam kondisi depresi. Sakit dan derita tiada akhir. Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang depresi, karena saya tidak ingin membawa anda ke dalam kondisi ini, karena membaca tulisan akan membawa emosi dan jiwa.
Singkatnya, Mungkin memang benar kata Patkay dalam serial Kera sakti, "Begitulah cinta, deritanya tiada akhir". Namun pada endingnya ketika Patkay menjadi panglima, mungkin kata-katanya akan berubah, sama seperti kata saya pada adik saya
"Begitulah cinta, klo deritanya tiada berakhir, pintar-pintarlah untuk merubah deritanya...jangan mau kalah....", perjuangkan cintamu sekuatmu, namun jika memang dia tidak dapat kau perjuangkan, lepaskanlah. Artinya kau berhak mendapat yang lebih baik dari dia.
Perjuangkan apa yang kamu inginkan, jika pada akhirnya tidak berhasil ato di tolak juga, yg penting kamu sudah berjuang....tapi jangan pernah menyerah dan jangan menyerah sebelum kau berjuang.......mati satu tumbuh seribu, meski yang seribu itu munculnya satu-satu....hehehe.
Apapun lah, berjuanglah untuk tetap fight. Meski yang terjadi bukan lagi cinta ditolak dukun bertindak tetapi telah berganti cinta ditolah Remove bertindak, gpp....its fine......tar jika hatimu menjadi sangat lapang dan dipenuhi dengan kebijakan dan kematangan kepribadian, kan bisa di add friend lagi....hehehe
Jika kita memutuskan untuk bangkit, meski berjuang dari awal lagi (meski sebenarnya bukan awal lagi, karena saat kita melangkah, jelas kita akan lebih kuat, dan bukan pribadi yang sama dengan saat pertama kita jatuh), meski sangat sulit.....saat kita berdiri kembali dan siap untuk melangkah maju ke scene kehidupan baru, kita akan menapaki jalan Acceptance, menerima masalah dengan lapang dada. Masih menangis? its Ok. tapi keputusan yang kita buat jelas. Menerima masalah, menghadapinya, menyelesaikan dan melangkah maju.
Tangis dan tawa itu adalah bagian dari sisi kehidupan, akan selalu ada dan mengiringi langkah kita. Sakit, pahit, getir, marah, itu wajar. Itulah hidup. Mari menangis bersama dan mari tertawa bersama. Kita jalani semua dengan dengan tegar, mantab, dan tegak. Mari kita rasakan dinamika kehidupan yang akan mendewasakan kita.
Just Hold My Hand, there are many ways to do it right
Hold my hand, turn around and see what we have left behind
Hold my hand my friend....we can share the good spirit of me and u
For another chance and lets pray for beautifull world,
Beautiful worl i share with u......