my journey

my journey

Rabu, 23 Maret 2011

alkisah mantan mahasiswa dan pengusaha "kecil"

ini adalah kisah nyata

alkisah seorang keponakansama pamannya yang berasal dari jawa

sang keponakan telah menyelesaikan studinya di salah satu universitas, setelah lulus, sang keponakan berkali-kali melamar pekerjaan belum dapat. menjadi pengangguran selama beberapa bulan, akhirnya sang keponakan belajar untuk memulai usaha baru. karena terbatasnya modal, maka sang mahasiswa mengikuti program transmigrasi. dia dibantu oleh pamannya.

di lahan baru, mantan mahasiswa ini mulai belajar dari awal karena belum memahami tentang seluk beluk perkebunan.

Suatu hari sang paman berkata : "kowe iki le....kuliah adoh-adoh trimakno mung dadi pengangguran, akhire yo transmigrasi. podo karo aku. jek mending aku, ora perlu kuliah ora ngentekne dhuwit. lha kowe, wes kuliah adoh, dhuwet entek, pikiran kesel......."
Yang artinya jika diterjemahkan ke bahasa indonesia kurang lebih sebagai berikut : " kamu ini nak, kuliah jauh-jauh cuma jadi pengangguran, akhirnya juga transmigrasi. sama dengan saya. masih lebih baik saya, tidak perlu kuliah, tidak menghabiskan uang. sedangkan kamu, sudah kuliah di tempat yang jauh, uang habis, pikiran capek ...."

Sang keponakan hendak marah. mengingat perjuangannya pontang-panting mencari kerja, dan bersusah payah belajar, namun melihat keadaannya yang memang sama dengan pamannya. akhirnya sang keponakan cuma berkata "nggeh paklik, sampeyan bener. aku pancen kuliah adoh-adoh, saiki transmigrasi, podho karo paklik. tapi cobo sampeyan delok. aku kuliah 5 tahun, sampeyan ora, duwetku entek gawe kuliah, sampeyan ora. tapi paklik, apa sak suwene 5 tahun paklik ora kuliah, terus dhuwet sampeyan mungkruk sak gunung-gunung.......??? ijik mending aku, e...setidak e ngerti kutho-kutho gedhe, ngerti carane nggawe barang, ngerti pemasarane, ngerti strategine, lan sing paling penting ngerti cara pikire pengusaha lan carane omong karo uwong sing pendidikane dhuwur. sopo ngerti iku penting gawe ngembangne usaha hasil transmigrasiku....."
yang artinya : " iya paman, paman benar. aku memang kuliah jauh-jauh, sekarang transmigrasi seperti paman. tapi coba paman pikir. saya kuliah 5 tahun, paman tidak, uang saya habis untuk kuliah, paman tidak. tapi paman, apa selama 5 tahun paman tidak kuliah itu kemudian uang paman bertumpuk-tumpuk menggunung.....??? masih mending saya, ya....setidaknya saya tau kota-kota besar, tau cara pembuatan barang, tau cara memasarkan, strateginya dan yang terpenting tau bagaimana cara berpikir para pengusaha hebat dan caranya berkomunikasi dengan orang yang berpendidikan tinggi. siapa tau hal itu penting untuk mengembangkan usaha hasil transmigrasi saya nanti....."

sang paman langsung terdiam, karena memang tak ada uang bergunung-gunung yang dia punya.

Jadi, pengetahuan itu penting. pengetahuan adalah bagian investasi yang tidak akan habis oleh keadaan ekonomi, sakit, dll. Membagi pengetahuan bisa membantu orang lain lebih baik, lebih sukses, lebih maju.
Lihatlah contohnya, setelah para pengusaha telah berhasil, banyak yang membangun sekolah bisnis. Tujuannya adalah pengembangan ILMU yang lebih lanjut, membantu menciptakan ribuan orang sukses lain, dan mengajarkan bagaimana menjadi sukses. Jika para mahasiswa lulusannya banyak yang berhasil, dia turut bangga. Namun, untuk menjadi pengusaha yang sukses, seseorang perlu mengasah otak. Baik dengan sekolah maupun dengan training-training.

Namun tentu saja paradigma/cara pikir pengusaha ini ketika sekolah telah jauh lebih luas dan telah berbeda dengan kebanyakan mahasiswa lain.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar