ini bukan sebuah kritikan atas terapi sedekah, namun memahami lebih dalam kualitas sebuah terapi sedekah
banyak di antara kita yang melakukan terapi sedekah, entah untuk tujuan kesembuhan atau kesehatan atau tujuan lain.....
sedekah.....mm.....
melihat kembali ke dalam surat Al Baqoroh 261-274, betapa makna dan eksistensi sedekah begitu besar, JIKA di lakukan dengan ikhlas. dan Hati kita lah yang tau sejauh mana dan sebesar apa keikhlasan telah ada dalam hati kita. begitu besar artinya hingga orang yang bersedekah tidak akan merasakan kekhawatiran lagi dalam dirinya atas suatu hal karena telah ada keikhlasan yang begitu mendalam, kepasrahan, qonaah atas semua takdir Tuhan yang terjadi, baik berupa kesusahan atau kesenangan
Ikhlas berarti melakukan sesuatu dengan tulus, tanpa pamrih, tanpa keinginan apapun yang lain dalam hati selain sebuah pengabdian. bukan untuk tujuan tertentu, hanya ada Lillah......karena kecintaan yang luar biasa kepada Alloh.
Sedekah yang ikhlas adalah sedekah yang bebas dari semua keinginan apapun,dan itu artinya tidak mengharapkan kesembuhan atau tercapainya keinginan kita setelah kita melakukan sedekah.
Mungkin kita harus bertanya kembali jika melakukan terapi sedekah, apa yang menjadi niat dalam hati kita? sudahkah semua itu bebas dari keinginan kita yang lain? agar semua yang kita lakukan hanya untuk Alloh, tanpa keinginan yang lain, termasuk berubahnya takdir atau terselesaikannya masalah yang kita hadapi.....lillah...hanya itu
Jika masalah tengah kita hadapi, akan lebih baik berfikir semua berasal dari Alloh dan akan kembali padaNya. bukan berarti pasrah tanpa usaha. masalah adalah sarana Tuhan untuk membuat kita kuat. berpositif thinking, dan menyelesaikannya dengan semaksimal mungkin kemampuan kita. masalah merupakan sarana Tuhan untuk melatih hati kita, diri kita, jasad kita agar lebih cerdas, lebih kuat, lebih tegar dan mengujinya apakah penyelesain yang kita ambil masih tetap menomorsatukan Tuhan. apakah masih ada cinta dalam hati kita padaNya, dan yang terpenting adalah Tuluskah cinta kita, Ikhlaskah kita menerima Dia dengan cinta yang utuh beserta ujianNya.......bagaimana mungkin kita yakin cinta kita besar padaNya jika tanpa ujian.......
Ujian adalah bukti cinta Alloh, dan keikhlasan dalam menerima ujianNya adalah bukti cinta kita padaNya. Atau mungkin ujian itu merupakan penebus atas dosa yang telah kita lakukan yang pastinya akan berat jika menebusnya di akhirat kelak.....ujian adalah pembakar dosa. jika kita mencintai Dia kita akan menerima apapun yang diberikanNya, bahkan jika Dia menempatkan kita di tempat yang sangat tidak menyenangkan atau mengalami sakit yang begitu parah atau masalah yang begitu menyakitkan....jika dalam hati kita ada cinta padaNya, maka kita hanya akan mengatakan " yes God, i'll do it", " ya, Tuhan aku ikhlas menerimanya", dan bahkan kita masih akan rela menerima penderitaan yang lebih besar lagi jika dengan itu kita akan mendapatkan keridhaan dan cinta Tuhan.......jika Tuhan lebih suka kita menjalani ujianNya kenapa kita tidak ikhlas saja menerimanya, sampai saatnya tiba untuk diselesaikan oleh Tuhan sendiri sekalipun dengan wasilah usaha yang kita lakukan.....
Bahkan jika kita melihat kembali ke dalam Al Qu'an Surat Al Baqoroh ayat 207 - 208, kita akan melihat bahwa ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mendapat ridho Alloh, bukan berarti bunuh diri untuk mendapatkan cintaNya, tetapi mengikhlaskan seluruh hidupNya dengan niat yang tulus untuk mengabdi pada Alloh, sehingga kekafahan benar-benar terwujud. bukan di ukur dari fisik saja......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar