my journey

my journey

Sabtu, 09 Juli 2011

understanding

untuk kesekian kalinya masalah itu berulang.....hfffff
selalu berkata...positif thinking qori, satu jika diperhatikan bener2 juga bakal bisa.....

entahlah...kenapa otakku selalu dodol klo menyangkut menghadapi dan memahami orang....
aku hanya bisa BELAJAR g ngeyel, belajar care, tidak selfis dan tidak egois....semaksimal yang aku bisa......yeah...i know....belum berhasil, meski mulai ada perubahan.....(mgkn dikit).....
jadinya yang ada sekarang cm pengen melayani dan membantu orang-orang disekitarku. tapi masalahnya selalu hal yang sama, kurang sensitif dengan maunya orang....

bukan karena aku tidak ingin mengerti, bukan pula karena aku tidak ingin memahami, ato gak ingin belajar, cm kadang hal-hal tertentu tidak bisa kudeteksi. klo gak dibicarakan ya aku gak ngerti.....
masalahnya, tidak semua hal perlu dibicarakan, tapi menuntut sensitifitasku. dan hal itu yang aku kurang bisa.....

Mengingat kembali kisahku selama di kantor....hmmm....berapa banyak kesalahan yang kulakukan dengan hal itu. Sang "second older" sampai gemar memanggilku...setor gulu lagi....setiap telp yang berbunyi membuatku berdebar2 dari siapa, apalagi klo pesannya dr mas-mas seniorku "ri, telp dr b***a......" wah...alamat tiket basah, alias semprot.....aku tau, itu karena aku belum bisa memahami b***a, tp aku akan berusaha.

belajar dan belajar. bukannya hal itu terhenti, namun dengan banyaknya kemarahan dan "setor gulu" yang terjadi, akhirnya membuatku menjadi pesimis..."paling aku lagi yang salah..." begitu dan begitu terus.....lama2 aku menjadi orang yg g punya mimpi, g punya harapan, cm menjalani kewajiban.....aku takut, tapi tetap berjalan.......hanya berusaha menebalkan telinga dan leher, kali aja setor gulu lagi hehehe.....ndablek.....tapi tetap belajar mikir, semampuku, karena udah tau aku exhausted banget.....aku tau ada yang salah denganku, namun aku bener2 g tau apa yg harus kulakukan untuk merubahnya. g tau cara memahami orang lain.....apalagi orang tipe seperti b***a atau yang perfecsionis......bener2 susah. banyak hal yang berada diluar kontrolku....hmm...tp aku g mau kalah, aku mau belajar, ......understanding.....

waktu berlalu sampai akhirnya Tuhan membawaku ke jakarta. untuk belajar pastinya dan memperbaiki diri ..... hmm...intermezo dikit deh....aku masih ingat kata-kataku saat ditemani mbak di, si "the day", mas As dan si Gus di teras aspi depan kamar mas Cal n mas As,waktu itu....aku bilang "aku bosan. aku pengen dunia yang lain, yang diluar kesehatan, yang terus berubah dengan situasi baru, kerja yang aku tidak hanya mendapatkan uangnya, tapi lebih untuk refresh diriku.....dan belajar hal baru.", dan dengan entengnya si Mis Di menjawab "wah jadi pasukan kuning aja mbak...pagi nyapu di RT sini, sore RT sebelahnya, besoknya lain lagi....nah pasti beda-beda......", hehehehe....si mis yang satu ini emang selalu oke. wajarlah si mas cal selalu bilang "kalian itu emang susah dimengerti....", nah loh.....mengerti aku dan warga aspi aja ternyata susah juga (bagi mas cal kaleee....).....wkwkwkwkw....selalu menyenangkan mengingatnya.......

Memang tak mudah, mungkin karena aku dan mis D sering curhat, lama2 tau pemikirannya. gt kali ya cara memahami orang? Pahami dl pemikirannya. Ato mungkin karena aku dan mis D sering sharing apa yang ada di pikiran masing2.....lama2 tau cara berpikirnya...tapi emang lugas....hampir semua2 yang terpikirkan sama2 kami ungkapkan.....mana yang kusuka dan tidak kusuka dari Mis Di ato sebaliknya, tidak ada yang dipendam tentang pendapat satu dengan yang lain....klo yang satu lg setor gulu, habis itu mesti dibahas bareng masalahnya....selalu dikatakan yang mengganjal.......

Berangkat ke Jakarta cm bertekat, aku harus belajar. Karena aku parah dalam hal komunikasi dan memahami orang, akhirnya aku masuk marketing. Bulan bulan pertama di depok dan jakarta, semua tiba-tiba terplaning, aku seperti mendapatkan pelajaran demi pelajaran. masuk di marketing membuatku semakin terbuka. "oh....Tuhan, ternyata ada yang menghargaiku...", itu adalah titik balik optimis yang mulai muncul. bulan demi bulan yang kulalui, training demi training yang kujalani, seperti merehabilitasi segala sesuatu dalam diriku dan mengajarkan cara peduli pada orang lain, listening dan understanding. Aku mau belajar, untuk tau dan paham, dan aku peduli.

Bukan hal yang mudah untuk memahami orang lain. Sejauh ini, itu kesimpulan menurutku. Bagi beberapa orang memang lebih mudah. Namun, jika hal itu masih susah bagiku, berarti memang aku harus lebih banyak belajar daripada orang lain. Try n Try......tidak ada yang sia-sia. aku yakin itu.

Sejauh ini aku hanya bisa sedikit blak-blakan, masih belajar care dan masih juga belajar peduli. karena apapun dan siapapun yang lewat dalam hidupku tidak ada yang sia-sia. Meski belum sepenuhnya berhasil memahami, namun jika dikatakan apa yang membuat orang lain tidak nyaman, apa yang dimaui orang lain, aku akan belajar cara memahaminya.....

2 komentar:

  1. ayo donk semangat kembangin blognya hehe


    semangat yaaaaaa qori..hehehe

    BalasHapus
  2. oke deh. thanks telah berkunjung

    BalasHapus